Ada yang Beda dalam Festival Kauman Kota Batu, Angkat Keunikan Budaya Lokal

ilustrasi
ilustrasi

MALANGTIMES - Beragam pentas budaya bakal disuguhkan dalam Kauman Festival dengan hastag (#) Kampung Dolan.

Dikemas dengan budaya apa saja yang bakal disuguhkan kepada masyarakat?

Jangan lewatkan pada 4-5 Agustus 2018 mendatang di area Kampung Kauman, Rw IX Kelurahan Sisir (halaman belakang Kelurahan Sisir).

Pada Sabtu (4/8/2018) ada gebyar seni anak. Di sana beragam tarian bakal disuguhkan oleh pelajar dari berbagai sekolah.

Ada juga  komunitas anak-anak berkebutuhan khusus yakni Shining Tuli. Pada hari tersebut bakal berlangsung sejak pukul 15.00.

Lalu gebyar budaya bakal dilaksanakan pada Minggu (5/8/2018) dengan suguhan penampilan spesial mulai dari seni modern hingga tradisional. Di antaranya kasi Tahu Brontak, Glendo Barong, Keroncong Woekir, Shining Tuli, ‘Karsa Budaya’ Sanggar Lintas Agama, Kopi Pait, Flashmop Forum Anak L-SOS, Ishokuichi, dan banyak lagi.

Pelaksana Tugas (plt) Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu visi Kota Batu yang terus digalakkan saat ini yakni Desa Berdaya Kota Berjaya.

Tujuannya, lanjutnya, tidak lain untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di desa atau kelurahan di Kota Batu.

“Untuk mewujudkan ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’ dengan menggali kebudayaan yang ada di setiap desa atau kelurahan di Kota Batu. Sebab dimasing-masing desa atau kelurahan punya sesuatu yang khas,” ungkap Imam, Kamis (2/8/2018).

Ditambahkan, bahkan tidak hanya untuk melestarikan kebudayaan namun juga wadah bagi masyarakat untuk berkreasi.

Terlebih di Kota Batu memiliki banyak kelompok seni yang perlu ditampilkan di hadapan masyrakat ataupun wisatawan.

“Di Kota Batu juga banyak kelompok seni, karena itu melalui kegiatan ini agar mereka muncul dengan karya-karya terbaiknya,” katanya.

Melalui kegiatan ini juga salah satu cara untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Batu.

Karena itu, setiap bulannya Dinas Pariwisata Kota Batu selalu aktif menggelar kegiatan yang berpusat di Balai Kota Among Tani atau disetiap desa atau kelurahan.

Sebelumnya, pra acara sudah berlangsung sejak Sabtu (28/7/2018) lalu dengan launching dengan urban farming.

Di sana mereka bersam-sama memanfaatkan pertanian yang memanfaatkan lahan pekarangan sempit di tengah kota. 

Dilanjutkan pada Minggu (29/7/2018) dengan kerja bakti massal, selamatan belik suro, dan persiapan konservasi ikan dan sungai. Dan Senin (30/7/2018) kegiatan mural ‘Mural Anak’.  

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top