Gambar Pintu Masuk Wisata Belanja Tugu (duwilestari02)

Gambar Pintu Masuk Wisata Belanja Tugu (duwilestari02)



MALANGTIMES - Kondisi Wisata Belanja Tugu (WBT) tampak sedikit berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Saat ini, posisi pedagang mulai digeser oleh keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati area Jl Tenis dan kawasan Pahlawan TRIP.

Alhasil, ikon WBT yang selalu identik dengan beragam produk jaman dulu itu kini tak lagi banyak ditemui. Hal itu juga sempat dikeluhkan oleh beberapa pengunjung yang setia mengunjungi WBT.

"Pedagangnya sekarang nggak kayak dulu. Paling yang dijual hampir sama kayak di pasar-pasar umumnya. Kalau dulu kan banyak ikon yang unik di sini. Sekarang yang banyak malah pedagang kaki lima," keluh seorang pengunjung WBT Almina kepada MalangTIMES belum lama ini.

Kondisi itu pun diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni. WBT, menurut dia, saat ini lebih banyak dikuasai oleh PKL yang menempati area Jl Tenis dan Pahlawan TRIP. 

Sehingga para pengunjung yang juga sekalian menikmati car free day di kawasan Ijen Boulevard memilih berbelanja di pinggiran jalan dan tak masuk sampai area samping Stadion Gajayana Malang.

Menurut Dayu, panggilan Ida Ayu, kondisi tersebut berdampak pada jumlah pedagang asli WBT. Pedagang yang berjualan setiap Minggu selalu naik turun diangka 350 orang. Sedangkan secara resmi tercatat jika jumlah pedagang WBT adalah 500 orang.

"Satpol PP sudah akan melakukan penertiban. Karena itu, memang penting dan berpengaruh pada pendapatan asli daerah dari hasil retribusi WBT," ucap Dayu.

Lebih jauh dia menyampaikan jika penertiban akan segera dilakukan. Sebab, dia menilai jika WBT memiliki potensi yang lumayan tinggi. Selain itu, para pedagang liar yang selalu membuka lapaknya secara pribadi di pinggiran jalan kebanyakan bukanlah warga asli Kota Malang.

"Sudah pasti akan kami tertibkan mereka. Apalagi kebanyakan bukan warga Malang dan retribusi WBT sekarang menurun," pungkasnya. (*)

 

End of content

No more pages to load