OMJ mengangkat budaya panji digelar oleh DKKB.

OMJ mengangkat budaya panji digelar oleh DKKB.


Editor


MALANGTIMES - Dewan Kesenian Kabupaten Blitar (DKKB) kembali menggelar diskusi mingguan “Obrolan Malem Jemuah”. Kali ini, diskusi akan mengangkat tema “Panji sebagai Kekayaan Budaya Nusantara”.

Diskusi berlangsung pada Kamis (26/7/2018) di Gedung Graha Budaya Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar. Diskusi menghadirkan pembicara Henri Nurcahyo dari Pusat Konservasi Budaya Panji dan Dewan Kesenian Kabupaten Blitar.

Di awal paparannya, Henri selaku pemantik diskusi menyampaikan cerita Panji sebagai karya sastra asli Jawa Timur adalah harta karun yang harus terus dilestarikan. “Berbeda dengan sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang makin lama makin usang dan habis (mati), sumber kekayaan budaya semakin digali akan semakin memperkaya khazanah kebudayaan itu sendiri,” ucapnya.

Dia menambahkan, dalam sejarahnya, cerita Panji dipergunakan oleh Raja Hayam Wuruk untuk menandingi hegemoni budaya India yang masuk ke Nusantara melalui kisah-kisah epos Ramayana dan Mahabarata. Tidak hanya mampu membendung hegemoni tersebut, kisah Panji bahkan menyebar hingga ke seluruh wilayah Nusantara seperti Malaysia, Thailand, hingga Kamboja yang menjadi daerah taklukan Majapahit.

 “Kita harus kembali ‘ngleluri’ budaya Panji dan mengajak agar generasi muda Blitar kembali bangkit mempelajari dan mengembangkan budaya Panji dalam semua aspek kehidupan. Mengingat jejak tinggalan Panji paling banyak terdapat pada relief di Candi Penataran,” kata Henri.

Sementara, Ketua DKKB Wima Brahmantya melalui pesan yang disampaikan oleh Sekretaris DKKB Rahmanto Adi menyatakan niatnya untuk menghidupkan kembali Festival Panji seperti yang pernah diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Kabupaten Blitar pada tahun 2013, 2014, dan 2015. “Beliau (Wima) berharap rencana ini bisa didukung oleh seluruh lapisan masyarakat Blitar,” ujar Rahmanto.

Tidak hanya ketua DKKB. Peserta diskusi yang lain banyak menyampaikan unek-unek, saran, dan gagasan agar budaya Panji bisa kembali menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Seluruh peserta sepakat bahwa budaya Panji bisa menjadi salah satu cara untuk menangkal radikalisme dan disintegrasi bangsa demi keutuhan NKRI.

Selain anak-anak muda dari berbagai komunitas di Blitar, OMJ kali ini juga dihadiri oleh perwakilan dari SMK 45, Panduwitara, MJNews Media, dan BGGF. Selain itu, ada peserta dari Sampang, Mojokerto, Kediri, Pasuruan, Malang, dan Surabaya.

Acara yang dibuka oleh penampilan Biruh Ompos dan Ruang Senyap dari Sampang dan diakhiri oleh kolaborasi lady rocker sekaligus ketua Parfi Mojokerto Endah Kuswantoro dan teman-teman dari Sampang. Mereka menyanyikan lagu  Panggung Sandiwara milik rocker legendaris Indonesia Achmad Albar.

“Kami berharap  OMJ dapat menjadi rumah tempat belajar, menggali, dan membangun bersama Blitar Raya sebagai wilayah yang memiliki kondisi geografis menawan dan kaya akan peninggalan bersejarah,” pungkas ketua panitia Obrolan Malem Jemuah, Istajib Lana. (*)

 

 

End of content

No more pages to load