Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Wahyu Setianto (dua dari kanan) saat memantau pelaksanaan hari pertama E-Retribusi, Rabu (1/8/2018) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Wahyu Setianto (dua dari kanan) saat memantau pelaksanaan hari pertama E-Retribusi, Rabu (1/8/2018) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang mulai memberlakukan E-Retribusi ditiga pasar yang ada, Rabu (1/8/2018).  Pasar-pasar tersebut yakni Pasar Bareng, Pasar Klojen, dan Pasar Buku Wilis.

Baca Juga : Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 Mulai Disalurkan, Pemkot Malang Buat Skema Baru

Dalam pantauan Disdag di pasar-pasar tersebut, para pedagang serta juru pungut retribusi dari Disdag Kota Malang  ditemani petugas dari Bank Jatim memberikan sosialisasi serta praktik dalam pembayaran retribusi pasar dengan e-Retribusi.

Kepala Disdag, Wahyu Setianto mengungkapkan hari pertama menerapkan e-Retribusi  para pedagang mengapresiasi adanya terobosan baru ini. Mereka menilai cara baru sistem pembayaran retribusi ini dirasa lebih praktis.

"Namun dalam penerapan hari pertama di Pasar Bareng masih mengalami kesulitan sinyal pada mesin Electronic Data Capture (EDC) di lantai bawah," bebernya.

Dijelaskan, Disdag telah berkoordinasi dengan Bank Jatim agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pihak provider penyedia sinyal.

"Tiap pasar kan sinyalnya enggak sama, makanya pihak bank akan berkoordinasi. Untuk sementara ini yang lainnya saya minta untuk dipungut dengan karcis. Tapi kalau untuk Pasar Klojen dan Pasar Buku wilis, Alhamdulilah lancar," bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Pasar Rakyat, Eko Sya mengungkapkan, penarikan non tunai retribusi pasar ini sangat membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Selain itu, dengan e-Retribusi juga membuat transparansi pungutan, dimana sekarang tidak diberikan ke orang perorang, namun langsung masuk ke rekening kas daerah," bebernya

Baca Juga : Pemda yang Tidak Alokasikan Dana untuk Penanganan Covid-19 Akan Kena Sanksi

Terpisah, salah satu pedagang Pasar Bareng, Hj Romlah mengungkapkan, dengan adanya e-Retribusi, memang lebih praktis daripada harus membayar ke orang per orang dengan karcis. 

"Lebih praktis mas, nanti juga dapat struk tanda bukti bayarnya," ungkapnya.

Di tempat lain, Sutris pedagang buku di Pasar Buku Wilis mengatakan dengan e-Retribusi hilang rasa kekhawatiran pedagang manakala uang yang mereka bayarkan nanti akan masuk ke kantong pribadi.

Dengan kemajuan ini, masyarakat bisa percaya karena uang yang mereka setorkan langsung masuk ke kas daerah.

"Kalau manual kan nanti malah ribet, apalagi jika harus menyiapkan uang kembalian. Nanti ditinggal dulu oleh juru pungutnya ke temapt lain ujung-ujungnya malah lupa. Kalau begini kan enggak akan terjadi," pungkasnya.