Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kuliner

Soto Bok Ireng, Kuliner Klasik Kota Blitar yang Tetap Eksis

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

01 - Nov - 2023, 17:03

Potret warung soto Bok Ireng yang tetap mempertahankan nuansa klasik.(Foto : Instagram @kingabdi_jajanmercon)
Potret warung soto Bok Ireng yang tetap mempertahankan nuansa klasik.(Foto : Instagram @kingabdi_jajanmercon)

JATIMTIMES - Selama puluhan tahun, soto telah menjadi comfort food yang tak pernah lekang oleh waktu bagi masyarakat Indonesia. Kehangatan kuahnya, cita rasa gurih daging dan jeroan yang lezat, serta beragam padanan bumbu membuatnya menjadi hidangan yang sangat digemari. Di setiap daerah di Indonesia, Anda akan menemukan variasi unik dari soto, masing-masing dengan ciri khasnya sendiri. Namun, jika Anda berkunjung ke Kota Blitar, Jawa Timur, ada satu tempat yang tak boleh Anda lewatkan - Soto Bok Ireng, kuliner legendaris yang telah ada sejak tahun 1940-an.

Saat Anda mengunjungi Blitar, mungkin Anda akan merasa lapar dan ingin mencoba hidangan khas daerah ini. Salah satu pilihan terbaik yang bisa Anda temui adalah Soto Bok Ireng. Namanya mungkin terdengar sederhana, tetapi dibalik nama yang sederhana itu tersembunyi kelezatan kuliner yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Blitar.

Baca Juga : Taman Kebon Rojo,  Warisan Hindia Belanda yang Mewarnai Blitar

Bahkan sebelum Indonesia merdeka, Soto Bok Ireng sudah ada. Tempat ini tidak hanya menjadi favorit masyarakat setempat, tetapi juga menyambut hangat para wisatawan yang datang berkunjung ke Blitar. Warung Soto Bok Ireng ini menjadi tujuan utama bagi pencinta kuliner, khususnya mereka yang ingin mencicipi soto klasik dengan cita rasa yang otentik.

mengunjungi warung ini, Anda akan disambut oleh pemandangan yang mengesankan. Warung soto ini ramai dengan pengunjung yang berduyun-duyun datang untuk menikmati hidangan khas Blitar ini. Bahkan, sebagian pengunjung harus rela antre demi mendapatkan tempat duduk.

Yang menarik, warung ini tidak memiliki nama yang mencolok seperti kebanyakan tempat makan populer lainnya. Alih-alih, terdapat spanduk besar yang mencolok yang menutupi warung itu. Pada spanduk tersebut tertulis dengan jelas, "Soto Bok Ireng Yang Lama." Spanduk itu seakan menjadi sertifikat yang mengesahkan statusnya sebagai warisan kuliner.

Anda mungkin akan bertanya-tanya, mengapa warung ini disebut "Yang Lama"? Apakah ada Soto Bok Ireng yang baru? Ternyata, tidak ada cabang lain dari Soto Bok Ireng. Namun, label "Yang Lama" adalah pengingat akan sejarah panjang warung ini dan dedikasi untuk menjaga cita rasa yang otentik.

Salah satu hal yang menarik adalah pemilik warung ini tidak memiliki nama "Mbok Ireng" seperti yang mungkin Anda kira. Nama "Bok Ireng" sebenarnya diambil dari sebuah elemen yang menjadi ciri khas warung ini, yaitu jembatan berwarna hitam yang berada di sisi warung. Dalam bahasa Jawa, "Bok" berarti jembatan, dan "Ireng" berarti hitam. Jembatan ini bukan hanya menjadi bagian dari lingkungan sekitarnya, tetapi juga menjadi identitas dari tempat di mana Soto Bok Ireng ditawarkan kepada para pelanggan.

Pemilihan nama ini memberikan nuansa kekhasan pada warung soto ini. Dalam sebuah era di mana branding dan marketing makanan semakin penting, Soto Bok Ireng memilih untuk tetap berpegang pada akar sejarahnya dan mempertahankan tradisi. Nama jembatan yang sederhana ini menjadi simbol kesetiaan mereka terhadap akar budaya dan cita rasa yang telah ada selama bertahun-tahun.

Soto Bok Ireng bukan sekadar tempat makan. Ini adalah tempat yang merangkul sejarah, budaya, dan rasa dalam satu sajian yang sederhana. Bagi banyak orang, tempat ini adalah lebih dari sekadar warung makan. Ini adalah rumah bagi cita rasa yang tak terlupakan dan warisan kuliner yang akan terus hidup dari generasi ke generasi.

Pemilik warung ini, Kayatin, mewarisi warung dari ibunya, yang mengelolanya sejak tahun 1940-an. Saat itu, warung soto ini adalah warung kaki lima yang menjajakan soto dengan menggunakan gentong yang dipikul. Kayatin sendiri telah berjualan selama 40 tahun dan kini usianya sudah mencapai 78 tahun. Dia berkomitmen untuk menjaga keaslian resep dan proses memasak soto ini, mengikuti tradisi ibunya sejak lama.

Apa yang membuat Soto Bok Ireng begitu istimewa? Salah satu keunikan warung ini adalah bahwa di seluruh proses persiapan dan penyajian soto, tidak ada yang berubah selama puluhan tahun. Kayatin dengan tekun mempertahankan tradisi yang telah dia warisi.

Soto Bok Ireng masih menggunakan peralatan klasik, seperti gentong untuk menyimpan kuah soto dan bakul nasi. Bahkan pikulan yang digunakan untuk mengangkut bahan-bahan masih merupakan warisan dari ibunya. Meskipun ada bagian-bagian yang telah diganti karena usia, seperti bambu penyangga pikulan, namun bagian pikulan itu sendiri masih tetap digunakan sejak dulu.

Cara Kayatin menjaga agar kuah soto tetap hangat juga menarik. Dia masih menggunakan kayu bakar dan bara api untuk menghangatkan kuah soto. Gentong besar yang digunakan untuk menyajikan soto ditempatkan dalam posisi miring agar memudahkan Kayatin saat menciduk kuah soto ke mangkuk makanan pelanggan.

Dengan dedikasinya yang luar biasa, Kayatin dengan senang hati duduk di dekat bara api dari pagi hingga siang hari. Meskipun panas dan berdebu, dia sudah terbiasa dengan keadaan tersebut selama 40 tahun, sehingga tak terlihat merasa kegerahan saat melayani pelanggan.

Salah satu hal unik lainnya yang kami temukan saat mengunjungi warung Soto Bok Ireng ini adalah penggunaan kecap. Kayatin hanya menggunakan kecap lokal dengan merek "Kecap Extra," dan menurutnya, cita rasanya akan berubah jika diganti dengan merek lain. Semua bumbu dan resep yang digunakan tetap sesuai dengan yang ibunya pakai, dan ini adalah warisan kuliner yang dijaga dengan tekun dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga : Semarak Galang Gerak Budaya Tapal Kuda di Pura Mandara Giri Semeru Agung

Anda mungkin terkejut ketika pesanan soto Anda datang. Meskipun dikenal sebagai hidangan sederhana, Soto Bok Ireng disajikan dalam mangkuk kecil yang besarnya tidak lebih besar dari telapak tangan. Namun, jangan biarkan penampilannya menipu Anda, karena porsinya sangat mengenyangkan.

Mangkuk kecil itu sudah diisi dengan nasi yang memenuhi 3/4 bagiannya. Kemudian, ditambahkan potongan daging, jeroan, kuah soto, dan pelengkap seperti kecap dan sambal. Meskipun terlihat kecil, mangkuk soto ini bisa cukup mengenyangkan jika Anda menyantapnya sebagai sarapan atau selingan sebelum makan siang.

Salah satu hal yang menarik adalah, selama kami mengunjungi warung ini, kami jarang melihat ada pelanggan yang memesan mangkuk soto tambahan. Mangkuk soto yang padat dengan nasi dan kecambah ini ternyata sangat memuaskan bagi pelanggan, baik pria maupun wanita, dengan satu porsi saja.

Sekarang, mari kita bicara tentang apa yang membuat Soto Bok Ireng benar-benar istimewa - rasanya yang tak terlupakan. Menggunakan kecap lokal memberikan soto ini sentuhan unik yang membuatnya berbeda dari soto lainnya. Ketika kecap dicampurkan dengan kuah soto, rasanya berubah menjadi manis dan lezat, hampir seperti menggunakan gula merah yang dilelehkan. Rasanya manis, lengket, tetapi tidak menusuk tenggorokan, memberikan pengalaman rasa yang sangat khas.

Selain itu, potongan daging yang digunakan dalam soto ini begitu lembut, termasuk jeroan sapi seperti babat yang tidak memiliki rasa amis. Meskipun harganya terjangkau, potongan daging dan jeroannya memiliki ukuran yang cukup besar. Dalam satu mangkuk soto yang didominasi oleh nasi, daging dan jeroannya tetap menjadi bintang utama, memberikan rasa yang luar biasa.

Jika Anda menyukai sedikit pedas, racikan sambal khas Soto Bok Ireng juga akan memuaskan Anda. Sambal khasnya memberikan sensasi pedas yang perlahan terasa dan tidak begitu tajam pada suapan pertama. Ini adalah sambal yang memberikan tambahan rasa pada hidangan tanpa mendominasi rasa soto itu sendiri.

Perpaduan rasa antara kuah soto yang hangat, kecap manis yang unik, dan sambal yang khas benar-benar berpadu sempurna. Setiap suapan soto membawa rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang cukup nyaman di mulut. Makan soto di Soto Bok Ireng adalah pengalaman kuliner yang lengkap dan tak terlupakan.

Harga yang terjangkau adalah salah satu daya tarik utama Soto Bok Ireng. Anda bisa menikmati hidangan ini dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp 10 ribu saja per porsi, sehingga tidak perlu khawatir akan menguras kantong. Ini adalah tempat makan yang ideal untuk mereka yang ingin merasakan kuliner otentik Indonesia tanpa harus membayar mahal.

Soto Bok Ireng di Blitar adalah salah satu warisan kuliner yang tak ternilai harganya. Dengan sejarah yang panjang, rasa yang tak terlupakan, dan dedikasi yang kuat untuk menjaga tradisi, warung ini telah menjadi tujuan wajib bagi mereka yang mengunjungi Blitar. Soto Bok Ireng adalah bukti nyata bahwa kuliner tradisional Indonesia tetap relevan dan dicintai oleh generasi masa kini.

Jika Anda merencanakan perjalanan ke Blitar, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi soto legendaris ini. Cobalah pengalaman unik makan di warung kecil ini, di mana Anda akan merasakan rasa autentik dari masakan Indonesia yang lezat. Semoga Soto Bok Ireng terus ada untuk generasi mendatang, menjaga cita rasa dan warisan kuliner Indonesia yang kaya raya.


Topik

Kuliner kota blitar soto bok ireng kuliner blitar


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya