Ilustrasi pembayaran e-retribusi pasar (suarasurabaya.net)
Ilustrasi pembayaran e-retribusi pasar (suarasurabaya.net)

MALANGTIMES - Pemkot Malang, melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, sebagai leading sector, melakukan inovasi dalam pembayaran retibusi pasar dengan menerapkan E-Retribusi.

Hal tersebut merupakan upaya Pemkot untuk memudahkan kinerja para petugas penarik retribusi, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah terkait penarikan retribusi pasar.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Jika sebelumnya juru pungut menarik retribusi melalui beberapa jalur, setelah ini uang retribusi dari para pedagang akan langsung masuk kas daerah Kota Malang.

Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto mengungkapkan dengan sistem E-Retribusi, penarikan retribusi kepada pedagang pasar nantinya tidak lagi tunai, tapi dilakukan dengan non tunai melalui ATM.

Setiap pedagang akan mempunyai  ATM dari bank yang bekerjasama dengan Disdag yang di dalamnya berisi saldo. Setiap kali akan membayar retribusi, mereka hanya tinggal mengesek pada mesin EDC dan memasukkan Personal Number Identification (PIN)  serta nominal pembayaran.

"Setelah itu, uangnya langsung masuk ke rekening kas daerah, dan tentu pengelolaannya sudah jelas, karena pedagang tidak lagi membayar langsung tunai ke petugas juru pungut. Mereka tak perlu lagi takut jika dananya bocor ke perorangan, karena sistemnya pasti terpantau," bebernya (30/7/2018)

Untuk bukti pembayaran, setelah pedagang melakukan transaksi maka akan keluar sebuah struk, yang itu akan menjadi bukti bahwa pedagang tersebut sudah melakukan pembayaran retribusi.

"Jika nanti saldo mereka habis, mereka bisa kembali mengisinya. Tidak ada batasan saldo meski ini digunakan sebagai E-Retribusi, mereka bisa menabung karena ini juga merupakan rekening," ungkapnya.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Setiap ATM para pedagang, nantinya akan ada identitas pedagang seperti nama lengkap dan juga nomor bedak pedagang sehingga tidak akan tertukar.

Untuk penerapan E-Retribusi ini, Disdag Kota Malang masih menerapkan di tiga pasar yang ada di kota Malang yakni Pasar Klojen pasar barang dan Pasar Buku Wilis.

Sementara itu untuk pasar yang lainnya masih akan menyusul sembari melakukan pendataan para pedagang