Empat Belas Situs Sejarah Kabupaten Malang, Baru Enam Tervalidasi

Candi Kidal salah satu situs sejarah yang masuk dalam situs budaya nasional dan telah dilakukan kembali validasi datanya oleh Dirjen Kebudayaan (dok. MalangTIMES)
Candi Kidal salah satu situs sejarah yang masuk dalam situs budaya nasional dan telah dilakukan kembali validasi datanya oleh Dirjen Kebudayaan (dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Enam situs sejarah di Kabupaten Malang telah dilakukan validasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  beberapa waktu lalu.

Validasi tersebut dalam upaya melakukan update informasi terkait situs-situs sejarah yang telah memiliki Surat Keterangan (SK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai cagar budaya. 

Enam situs sejarah yang divalidasi di Kabupaten Malang adalah Stupa Sumberawan, Candi Singosari, Pertirtaan Watugede, Candi Badut, Candi Kidal dan Candi Jago. Sedangkan delapan situs lainnya, seperti Arca Dwarapala, Arca Ganesha, Candi Jawar, Prasasti Mpu Sendok sampai Situs Watugilang, tidak dilakukan validasi datanya. 

Menurut Supriatmo, Staf Pusat Data dan Statistik Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan, Kemendikbud,  yang dilakukan proses validasi adalah situs-situs sejarah yang telah memiliki SK Menteri. Artinya,  situs cagar alam tersebut menjadi cagar budaya nasional. 

"Jadi yang kita validasi yang sudah masuk di database kita. Sedangkan untuk lainnya kita tunggu pengajuan dari daerah itu sendiri," kata Supriatmo saat disinggung tentang situs sejarah lainnya yang tidak divalidasi. 

Supriatmo melanjutkan, validasi yang dilakukan pihaknya dalam upaya mengupdate data situs-situs tersebut. Misalnya mengenai nama situs, alamat lengkap, hingga jumlah tenaga ahli dengan status PNS atau yang diperbantukan. 

"Sebab, ada beberapa poin yang mengalami perubahan atau ada tambahan data. Ini perlu divalidasi dalam upaya data yang valid.  Misalkan nama dusun atau jalan yang belum terisi, bentuk situsnya seperti apa. Itu yang kami validasi,” ujarnya. 

Dikesempatan berbeda, Anwar Supriyadi Kepala Seksi Museum, Sejarah, dan Cagar Budaya Kabupaten Malang,  menyampaikan bahwa memang ada beberapa poin yang mengalami perubahan atau tambahan data di enam situs sejarah tersebut. 

"Beberapa poin yang diminta Dirjen Kebudayaan berkaitan dengan data-data yang berubah. Sehingga nantinya akan semakin melengkapi data di tingkat pusat," ujarnya. 

Anwar juga menyatakan hal yang sama saat ditanya mengenai delapan situs sejarah yang belum divalidasi. Dirinya mengatakan, memang saat ini masih enam situs yang terdaftar di Dirjen Kebudayaan. 

"Sisanya memang belum diajukan. Karenanya tidak divalidasi. Pemerintahan daerah bisa mengajukan situs tersebut nantinya," ujarnya yang juga menegaskan nantinya Dinas terkait akan melakukan kaji ulang terhadap delapan situs tersebut. Apakah situs tersebut layak diajukan dan bisa diusulkan menjadi peninggalan kebudayaan di Kabupaten Malang.

Seperti diketahui,  sampai tahun 2018 situs sejarah di Indonesia yang masuk dalam kategori cagar budaya nasional dan teregistrasi di Dirjen Kebudayaan masih 115. Sedangkan yang sedang dilakukan verifikasi, setelah adanya pengajuan dari daerah sebanyak 25.347.

 

 

Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top