Ratusan Guru se-Kabupaten Malang menunjukkan produk daur ulang dari plastik menjadi karya seni yang menarik di wisata B-Walk Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

Ratusan Guru se-Kabupaten Malang menunjukkan produk daur ulang dari plastik menjadi karya seni yang menarik di wisata B-Walk Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Guru-guru di Kabupaten Malang punya kegiatan tak biasa. Biasanya mereka memegang buku pelajaran, namun kali ini mereka memegang sampah plastik. Sampah iyu akan didaur ulang menjadi sebuah karya yang memiliki nilai jual ekonomi. Aktivitas tak biasa itu diikuti seratus lebih guru di wisata B-Walk Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (29/7/2018).

Sebelum membuat produk dari bahan plastik, para peserta perwakilan guru dari Kecamatan Pagak, Gedangan, Donomulyo, Bantur dan Kalipare ini dipandu Owner Hot Bottles B-Walk, Taufiq Saleh Saguanto. Taufiq menunjukkan cara membuat produk karya seni mainan dari botol plastik yang menarik.

Taufiq memberikan tutorial membuat botol palstik menjadi produk mobil dan sepeda motor yang memiliki warna yang ciamik. 

Tidak lama kemudian para guru pun praktik menglah plastik di atas meja secara berkelompok. Setiap peserta diberi peralatan bahan daur ulang seperti botol bekas, sedotan dan sendok plastik, gunting, lem tembak, pewarna pilox dan gergaji besi.

Dari pantauan MalangTIMES, para peserta nampak antusias mulai menggunting serpihan botol bekas hingga merangkai satu persatu bahan plastik menjadi sebuah produk mainan motor berwana emas.

Salah satu guru SDN 3 Girimulyo, Ika Fitri Supranti mengatakan kegiatan edukasi daur ulang sampah ini sangat penting dan bermanfaat bagi pengajar untuk bisa diterapkan kepada siswa di masing-masing sekolah. "Iya sangat penting sekali edukasi ini untuk mengurangi sampah, terutama bagi pengajar di sekolah yang nantinya akan kami terapkan ketrampilan seni ini kepada para siswa," kata Ika kepada MalangTIMES usai membuat karya ssni dari botol bekas tersebut.

Menurut Ika bahwa selama ini banyak masyarakat yang belum paham bagaimana bahan daur ulang plastik itu ternyata bisa dimanfaatkan menjadi produk yang bisa menghasilkan rupiah.

"Kata ownernya tadi satu produk bisa menghasilkan uang puluhan ribu bahkan ratusan ribu. Apalagi di siswa di sekolah kami masih minim tentang pemanfaatan sampah," ungkap guru 28 tahun tersebut.

Dalam latihan ini saat membuat produk seni dari daur ulang sempat mengalami kesulitan. "Tadi kami sedikit kesulitan untuk merangkai dan menempelkan bahan-bahannya. Usai dipandu trainernya akhirnya kami bisa membuat produk yang memiliki warna yang bagus," terang wali murid kelas 4 SDN 3 Girimulyo itu.

Ika berharap dengan adanya edukasi ini mampu mengurangi sampah dan menjadi pembelajaran bagi siswa dengan menggalakkan sadar pemanfaatkan sampah.

Disamping itu, bagi peserta yang hasil produknya terbaik akan mendapat hadiah menginap di wisata B-Walk  sekeluarga dan bermain di Kaliwatu Rafting.

End of content

No more pages to load