Bertahan Puluhan Tahun, Ini Dua Es Jadul Ngangenin di Kota Malang

Menggugah selera, es teler milik es Dempo nomor 7 ini pas sering diburu (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Menggugah selera, es teler milik es Dempo nomor 7 ini pas sering diburu (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Kota Malang sebagai kota pariwisata dikenal dengan segudang kulinernya. Tak hanya menu kekinian, warung lawas dan masuk dalam kategori jaman dulu (jadul) pun masih tetap bertahan hingga sekarang.

Tak sedikit olahan jadul itu menjadi daya tarik tersendiri, bahkan banyak membuat wisatawan rindu akan kelezatan yang disuguhkan. Salah satu olahan legendaris untuk melepas dahaga di Kota Malang adalah keanekaragaman jenis es-nya.

Dua yang banyak dikenal dan sudah bertahan selama puluhan tahun adalah Es Tawon Kidul Dalem dan Es Dempo. Dua warung legendelaris ini sudah ada sejak 1955 dan 1978.

Tentu sudah bukan lagi usia yang muda. Tapi menariknya, cita rasa dari olahan tetap dipertahankan, termasuk kesederhanaan dari warung itu sendiri.

Es Tawon Kidul Dalem kini sudah bertahan hingga pada dua generasi. Meski namanya terkenal sebagai Es Tawon Kidul Dalem, olahan yang disuguhkan bukanlah es yang berbalut tawon (lebah). Melainkan sederet olahan segar seperti campur, es kacang hijau alpukat, es kacang tape, es kacang hijau, es kacang hijau ketan hitam, bubur kacang hijau.

Sementara nama Tawon sendiri menurut pemilik kedai (generasi ke dua) Sri Utami, dikarenakan dulu depot dibuka pada tahun 1955 di bawah sebuah pohon yang terdapat sarang tawon atau lebah dengan ukuran yang sangat besar. Sehingga untuk mengingatnya, pelanggan sengaja menyebutnya sebagai es tawon.

"Jadi waktu pertama kali mertua saya buka depot, itu dibuat sederhana dan tempatnya berada di bawah pohon yang memiliki sarang tawon dengan ukuran besar," katanya pada MalangTIMES belum lama ini.

Lantaran kesegaran dan cita rasa yang tak berubah dari generasi awal, kedai yang berada di kawasan Jl. Zainul Arifin itu pun populer hingga kini.

Tak hanya masyarakat sekitar, pelancong dari berbagai daerah pun sering mampir untuk melepaskan dahaga. Setiap hari, kedai dengan nuansa lawas itu selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun penduduk sekitar.

Begitu juga dengan pamor Es Dempo yang berada di kawasan Jl. Gede Kecamatan Klojen Kota Malang. Warung yang berada di belakang kawasan SMA Katolik St. Albertus (SMAK Dempo) itu banyak dikenal dari berbagai kalangan. 

Penjual Es Dempo pun tersebar di semua ujung. Belasan warung hampir seluruhnya menawarkan kesegaran es yang cocok dengan musim kemarau di Kota Malang. Tapi yang bertahan paling lama adalah Ws Dempo nomor 7 yang sudah ada sejak tahun 1978.

Saat ini, warung tersebut dikelola oleh generasi ke dua yaitu Sri Wahyuni yang juga masih dibantu oleh ibundanya sebagai pendiri warung. Meski sederhana, Es Dempo yang dtawarkannya itu tak pernqh sepi. Per hari,setidaknya 500 porsi es yang laku terjual.

"Kalau weekend bisa lebih banyak dari itu," katanya pada MalangTIMES.

Olahan es yang ditawarkan pun beragam, mulai dari es teler, es campur, es durian, es mocca, es buah, es kacang hijau, hingga es degan. Paling populer dan sudah ada sejak awal warung dibuka adalah es durian, es mocca, dan es teler.

Kelebihan yang ditawarkan dari Es Dempo Nomor 7 ini adalah pada takaran buah serta campuran durian yang bisa dicampur dengan semua jenis es yang dipesan.

Pecinta durian biasanya akan memmesan olahan komplit yang dibandr Rp 16 ribu saja. Di dalamnya sudah termasuk anela buah segar ditambah dengan durian yang masih terdapat bijinya.

Seorang pelanggan warung, Wilda Fitria menyampaikan, salah satu olahan favoritnya adalah Es Mocca dan Es Teler. Rasa manisnya pas dengan tambahan biah yang segar. Begitu juga dengan hqrganya yang dia nilai pas untuk kantong mahasiswa. 

"Suka aja sih makan es di sini, seger dannggak ngebosenin," jelasnya.

Dia pun mendeskripsikan es teler yang ia pesan saat itu. Menurutnya, es tersebut memiliki varian rasa yang kuat karena dibuat dari buah yang masih segar. Di dalamnya terdapat buah nangka, alpukat, kelapa muda serta serutan es juga susu kental manis.

 

Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top