Warga Jombang tergeletak di Pinggir Jalan, setalah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh Aremania di Jombang, Rabu (25/7/2018) malam. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Warga Jombang tergeletak di Pinggir Jalan, setalah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh Aremania di Jombang, Rabu (25/7/2018) malam. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

MALANGTIMES - Suporter Arema Indonesia membuat suasana Kabupaten Jombang mencekam. Hal tersebut setelah berakhirnya pertandingan Liga 3 Asprov Jatim antara PSID Jombang melawan Arema Indonesia di Stadion Merdeka Jombang.

Setelah berakhirnya pertandingan yang dimenangkan PSID Jombang dengan skor 5-1 atas Arema Indonesia, suporter dengan julukan Aremania ini mengamuk di sepanjang jalan arah menuju Malang.

Baca Juga : Pro Kontra Mudik saat Pandemi Covid 19, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Angkat Bicara

Pantauan JombangTIMES pada, Rabu (25/7) pukul 19.30 WIB, Suporter Arema Indonesia ini mengamuk di simpang empat Stasiun Jombang.

Suasana Kericuan
Suasan Pengamanan Suporter di Jl KH Hasyim Asy'ari Kecamatan Diwek. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)​

Suporter Arema Indonesia tersebut terlihat menyerang setiap warga yang berpakaian PSID dan Persebaya yang melintas di jalanan Kabupaten Jombang. Alhasil, atas peristiwa tersebut, satu Aremania diamankan oleh petugas kepolisian dari Polres Jombang.

Kerusuhan yang ditimbulkan Aremania di Kota Santri ini tidak berhenti di situ, para Aremania terus membuat kerusuhan di beberapa titik lainnya di Jombang menuju Kabupaten Malang.

Selanjutnya, Aremania juga terpantau mengejar warga yang berpakaian Persebaya di dalam Apotek di Jl Hasyim Asy'ari Kecamatan Diwek. Sontak, para pembeli yang berada di dalam Apotek tersebut langsung berlarian meninggalkan Apotek.

Korban kericuhan setelah diamankan oleh pihak kepolisian
Korban kericuhan saat diamankan oleh pihak kepolisian (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Tidak hanya warga yang mendapatkan ancaman dari suporter Arema Indonesia ini, sejumlah awak media yang meliput kejadian itu, juga sempat mendapatkan intimidasi dari para Aremania.

Salah satu wartawan salah satu media online bernama Taufiqurrahman, sempat dilempari kata-kata kotor dan disuruh menghapus foto hasil peliputannya.

"Wartawan Jancok. Tolong dihapus gambar foto saya,” ujar salah satu suporter Arema yang mengenakan celana pendek dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna hitam.

Menurut menurut wartawan yang akrab disapa Saha ini kata-kata kotor yang dilemparkan para Aremania itu, dilontarkan pada sejumlah awak media saat kerusuhan berlangsung.

Baca Juga : Umumkan Tenaga Medis Terpapar Covid-19, Wali Kota Malang Menangis Terisak

"Saya sempat diberhentikan oleh salah satu suporter Aremania yang memakai baju atribut Singo Edan," ungkap Saha menerangkan.

Lebih parahnya lagi, para Aremania ini juga menghajar seorang remaja bernama Fikri Hidayatulloh, warga Desa Godong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, yang saat itu sedang mengenakan baju Persib Bandung.

Saat itu, Fikri hendak menyebrang di jalan raya, tepatnya di jalan raya di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek.

"Ini tadi saya hanya duduk-duduk di depan gang desa saya sendiri sama teman saya, usai melihat PSID. Lalu ada Polisi yang menghadang kita dan disuruh putar balik masuk ke gang. Kita langsung putar balik, eh lakok, Aremanya langsung main tendang,” kata Zaenal yang saat itu melihat temannya (Fikri, red) dihajar Aremania.

Atas kejadian itu, Fikri harus dilarikan ke RSUD Jombang karena mengalami patah tulang pada lengan bagian kiri.(*)