A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_session5gdtfebam46tkdtol6k1cu9umtf17912): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Dicekoki Pil, Gadis Yatim Piatu di Jember Jadi Korban Pencabulan - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Dicekoki Pil, Gadis Yatim Piatu di Jember Jadi Korban Pencabulan

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Oct - 2023, 15:06

Placeholder
Korban didampingi ketua DPC BMI Jember saat di ruang unit PPA Satreskrim Polres Jember (foto : Moh. Ali Makrus / Jember TIMES)

JATIMTIMES - Bunga sebut saja namanya begitu, gadis ABG yatim piatu yang masih berusia 15 tahun di Jember dipaksa menjadi budak nafsu HL, warga Badan Bangsalsari Jember. HL berhasil memperdayai korban dengan menyetubuhi sampai 3 kali dalam sehari.

Peristiwa yang dialami Bunga ini, bermula saat korban bertemu dengan 2 temannya yang masih seusia dengan korban di acara jalan santai di Bangsalsari. Oleh kedua temannya, Bunga diperkenalkan kepada pelaku.

Baca Juga : Keluarga Korban Sampaikan 16 Poin Sikap di Peringatan 1 Tahun Tragedi Kanjuruhan

Tiga hari setelah korban dikenalkan kepada pelaku, mereka sepakat bertemu. Namun oleh temannya, korban ditinggal di pinggir jalan dan selanjutnya dijemput oleh HL. 

"Saat itu korban oleh 2 temannya ditinggal di pinggir jalan, kemudian pelaku menghubungi korban dan menjemputnya," ujar Indi Naidha, pendamping korban di Polres Jember pada Senin (2/10/2023).

Indi menambahkan, saat dijemput oleh pelaku, korban diajak dan diiming-imingi akan dibelikan kacamata. Namun usai dibelikan kacamata, korban dibawa pelaku ke kawasan lereng Gunung Argopuro di Desa Badean. Di situ awal korban disetubuhi pelaku.

"Korban dijemput pelaku sekitar jam 7 pagi, kemudian diajak keliling beli kacamata. Kemudian dibawa ke hutan yang ada di Badean. Setelah itu, korban diajak keliling lagi, dan siang hari korban kembali dicabuli di salah satu kebun tebu yang ada di Desa Banjarsari," ujar Indi.

Tidak hanya sampai di situ, ulah cabul pelaku kembali dilakukan kepada korbannya sekitar jam 7 malam di hutan pinus yang ada di Badean. Sebelumnya, korban sempat dicekoki pil oleh pelaku di rumahnya.

"Korban sempat dibawa pulang ke rumah pelaku. Di rumah tersebut, pelaku mencekoki korban dengan pil dan disaksikan oleh istrinya. Kemudian korban diajak ke hutan pinus dan kembali disetubuhi, setelah itu korban gang sudah dalam kondisi linglung, oleh pelaku ditinggal begitu saja," beber Indi.

Baca Juga : Tragedi Kanjuruhan, Kisah dan Rasa yang Saat Ini Masih Ada

Mirisnya, ulah pelaku tidak berhenti begitu saja. HL mengumumkan kepada warga sekitar, jika pelaku menemukan korban di tengah hutan. Warga yang melihat kondisi korban linglung dan memprihatinkan, langsung membawanya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

"Saat dibawa ke Puskesmas, korban tidak sadarkan diri. Hingga akhirnya saudara sambung (kakak tiri) korban datang, dan melaporkan kasus yang menimpa adiknya ke kami. Sehingga, kami melakukan pendampingan untuk melaporkan kasus ini ke Mapolres Jember," ujar perempuan yang juga ketua DPC Banteng Muda Indonesia Jember.

Sementara KBO Satreskrim Polres Jember, Iptu Dwi Sugiyanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus asusila yang dialami korban. Saat ini pihaknya masih meminta keterangan korban.

"Kami masih meminta keterangan korban dan juga pihak pelapor, termasuk memintakan visum terhadap korban. Untuk hasilnya, kami belum bisa membeberkan kepada teman-teman, karena masih dalam penyelidikan unit PPA," pungkas Itu Dwi Sugiyanto. (*) 


Topik

Hukum dan Kriminalitas Jember pencabulan Bangalsari Badean



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Nurlayla Ratri