A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_sessiond0dpc3nehbek3h312jb2jl9e7f5asdbq): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Belasan Siswi SD di Situbondo Gores Lengannya Sendiri, Tiru Tren di Medsos - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Belasan Siswi SD di Situbondo Gores Lengannya Sendiri, Tiru Tren di Medsos

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Dede Nana

29 - Sep - 2023, 18:46

Placeholder
Lengan salah satu siswi SD di Kabupaten Situbondo, yang digores menggunakan sejenis alat cek GDA stick ikuti tren TikTok, Jumat (29/9/2023) (Wisnu Bangun Saputro/ JatimTIMES)

JATIMTIMES  – Fenomena melukai lengan yang lagi viral di media sosial (medsos) Tiktok telah berdampak pada  belasan siswi salah satu SD di Kabupaten Situbondo. Di mana, mereka nekat menyayat atau menggores lengannya sendiri. 

Dari penelusuran wartawan Jatimtimes.com diketahui alat yang digunakan ialah alat menyerupai bulpoin atau alat kesehatan (Alkes) jenis alat untuk cek GDA stick yang dijual oleh pedagang mainan keliling yang mangkal di depan salah satu SD di Kabupaten Situbondo. 

Baca Juga : Hadiri Rakernas ke-IV PDIP, Megawati Bahas Desain Pangan Masa Depan: Bukan Karena Mau Pemilu

Setidaknya ada 11 siswi SD yang terpapar dampak negatif tren tersebut,  yang terdiri dari 2 siswi kelas IV,  8 siswi kelas V dan 1  siswi kelas VI. Diperoleh keterangan, terungkapnya fenomena mengerikan tersebut, berawal dari ditemukannya lengan salah seorang siswi kelas V SD yang dipenuhi luka goresan yang tidak wajar sehingga salah seorang guru melaporkan kepada kepala sekolahnya.

Begitu mengetahui salah seorang siswinya mengikuti tren kekinian yang viral di Medsos tiktok, pihak sekolah langsung melakukan inspeksi mendadak  (sidak) ke sejumlah kelas. Hasilnya sebanyak 11 siswi diketahui melukai tangannya sendiri menggunakan alat  cek GDA stick.

"Begitu mendapati 11 siswi melukai tangannya sendiri, saya langsung  memberikan pembinaan. Bahkan, kami memanggil para orang tua siswi tersebut agar bersinergi dengan sekolah dalam menangani fenomena mengerikan para siswi  tersebut. Selain itu, kami juga merampas alat yang digunakan untuk menggores tangannya," ujar Melati (bukan nama sebenarnya) Kepala Sekolah (Kasek) salah satu SD di Kabupaten Situbondo, Jumat (29/9/2023).

Menurut dia, selain melakukan koordinasi dengan para orang tua siswi yang melukai tangannya, pihaknya juga melaporkan fenomena tersebut ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo dengan harapan fenomena salah kaprah tersebut tidak ditiru para siswa yang lain.

"Kami langsung menutup akses para pedagang keliling yang berjualan di sekolah. Mengantisipasi siswa siswi mengakses pedagang yang diduga menjual alat yang digunakan untuk menggores lengan, tapi setahu kami pedagang tersebut langsung tidak pernah berjualan lagi saat ketahuan pihak sekolah," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dispendikbud Kabupaten Situbondo Supiyono mengatakan, untuk mengantisipasi fenomena para siswa melukai tangannya sendiri tidak menyebar ke sekolah lain, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Korwil SD dan MKKS di tingkat SMP di Situbondo agar pihak sekolah lebih  meningkatkan pengawasan kepada para siswanya.

Baca Juga : Edukasi Masyarakar, Anggota DPRD Kota Kediri Fraksi Gerindra Sriana Gelar SPH

"Karena fenomena ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah. Oleh karena itu, kami juga meminta kepada para orang tua untuk bersinergi dengan sekolah. Bahkan, kami juga  merencanakan untuk membuat surat edaran (SE) agar kasus ini tidak menyebar ke sejumlah sekolah di Situbondo,” ujar Supiyono.

Lebih jauh Supiyono menegaskan, pihaknya juga mendorong sejumlah sekolah, baik sekolah tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Situbondo untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian. Mengingat sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan kerjasama dengan Polres Situbondo untuk mengantisipasi terjadinya bullying  dan kekerasan seksual terhadap anak di sekolah.

"Selain itu, karena berdasarkan laporan Kasek SD di Kota Situbondo, alat untuk melukai tangannya dibeli dari salah seorang pedagang, kami meminta kepada guru dan kasek di sejumlah sekolah untuk lebih selektif terhadap para pedagang yang berjualan di sekolahnya. Agar kasus ini tidak terjadi lagi di Situbondo," imbuhnya. 

Lebih jauh, Supiyono juga akan menginformasikan kepada sekolah yang siswa siswinya kedapatan menggores lengannya untuk mengecek kesehatannya. "Benar, kita tidak tahu apakah alat yang digunakan baru atau bekas, steril atau tidak mengantisipasi adanya penyebaran penyakit maka kami akan umumkan dan imbau ke sekolah-sekolah nantinya," pungkasnya. 


Topik

Peristiwa trend lukai lengan sendiri tren medsos tiktok sd situbondo siswa lukai lengan sendiri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Dede Nana