Kalah Debat, Pemkot Batu Akhirnya Mengamini Keinginan Para PKL

Keinginan Pemkot Batu merelokasi sesuai dengan kelompok produknya terhadap Pedagang Kaki Lima tak sejalan. Setelah melakukan pertemuan, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam lima paguyuban itu meminta pengelompokkan sesuai dengan paguyuban.

“Rencana Pemkot Batu ini dikelompokkan berdasarkan makanannya. Semisal, yang jual soto, bakso, dan sebagainya ini kelompok sendiri. Lalu kelompok yang jualan cilok dan sejenisnya juga jadi satu kelompok ini rencana kami,” ungkap Wakil Wali Kota Batu Ir Punjul Santoso, Senin (23/7/2018).

Dari data Pemkot Batu totalnya 264 PKL itu terdiri dari lima paguyuban. Yakni Paguyuban Pelaku Niaga Sipil (PNS), Paguyuban Kartini Atas, Paguyuban Kartini Bawah, Paguyuban Laron, dan Paguyuban Gajahmada Ringin. Sebelum mereka mulai beraktivitas berjualan pada Senin (23/7/2018) ini merupakan momen penting bagi mereka.

Sebelum memulai menata, terlebih dulu ke lima paguyuban rundingan bersama Pemkot Batu di GOR Ganesha, Alun-Alun Kota Batu. Mulanya Pemkot Batu yang dihadiri oleh Wakil Wali Koat Batu Punjul Santoso dan Penjabat Sekretaris Daerah Edy Murtono meminta untuk sesuai dengan rencananya, namun setelah berunding dengan para ketua paguyuban ternyata mereka tidak setuju.

“Mereka tidak setuju ketika kami berikan masukan untuk rencana yang sudah kami buat. Akhirnya kesepakatannya mereka berjualan dengan pengelompokkan paguyuban,” katanya 

Dalam rundingan ini memang terlihat ada perdebatan yang cukup serisus. Sebab mereka tidak ingin berjualan berdasarkan pengelompokan. Karena menurut para paguyuban karakteristik masing-masing PKL berbeda-beda. Ditakutkan jika dikelompokkan berdasarkan makanan tidak laku. 

Setelah perdebatan yang cukup lama, akhirnya Pemkot Batu menyetujui jika mereka berjualan dan penataan berdasarkan paguyuban. Yang berada di deretan Food court Alun-Alun Kota Batu, tepat ada Paguyuban PNS, bersebelahan dengan Paguyuban, Paguyuban Gajahmada Ringin, dan Paguyuban Laron. Sedangkan untuk paguyuban Kartini atas berada di jalan Kartini.

“Untuk sementara mereka kami relokasi di area Ganesha ini. Dan kami bentuk L, ini untuk mempermudah masuknya kendaraan dan keluarnya mobil pemadam kebakaran,” jelas politisi PDIP Kota Batu. 

Relokasi ini ditata agar Alun-Alun Kota Batu terlihat lebih rapi. Kemudian agar mempermudah jalannya keluar masuk mobil pemadam kebakaran. Hingga jalannya arus lalu lintas di seputar Alun-Alun Kota Batu.

Sedangkan untuk area Jl Sudiro digunakan untuk parkir mobil. Menurut Punjul, relokasi ini hanya berjalan untuk sementara sembari menunggu Pemkot Batu mendapatkan tempat representatif untuk PKL. 

Top