Salah satu pertunjukan Obyokan Bareng di Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Salah satu pertunjukan Obyokan Bareng di Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)



MALANGTIMES - Beragam cara dilakukan Pemkot Batu untuk menarik dan meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Karena itu, beberapa strategi -khususnya oleh Dinas Pariwisata- terus dilakukan. Salah satunya melalui gelar pertunjukan seni.

Mengadakan pertunjukan seni dan budaya khas Batu merupakan upaya lain Pemkot Batu meningkatkan kunjungan wisata. Strategi lainnya adalah promosi melalui beragam akun sosial media.

Terkait dengan seni budaya, setidaknya Dinas Pariwisata Kota Batu aktif menggelar pertunjukan setiap satu bulan sekali. Bahkan dalam satu bulan, kadang ada dua pertunjukan yang ditampilkan. “Promosi kami lakukan tidak hanya lewat media sosial, tapi juga melalui event-event,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono. 

Bulan Juli ini, misalnya, Dinas Pariwisata menggelar Obyokan Bareng bersama dengan paguyuban reog di Kota Batu. Ada belasan grup reog yang unjuk aksi dalam acara itu.

Lalu ada juga Among Tani Arts Festival 2018 ‘Manunggaling Ati’ yang menampilkan kesenian dan pusaka pada bulan Maret lalu. Lainnya, ada Pawai Budaya Apeksi 2018. 

Tidak hanya Pemkot Batu. Sebagian event yang digelar itu juga mengajak bersama masyarakat atau desa di setiap kecamatan di Kota Batu. Seperti event-event sebelumnya, ada Festival Songgokerto We Care bersama dengan Kelurahan Songgokerto, awal April lalu. 

Februari sebelumnya, ada Festival Junrejo ‘Spirit Historical Barmartabat’ yang mengangkat seni dan budaya Desa Junrejo. Di bulan yang sama juga ada Festival Coban Rais yang berlangsung di pintu masuk wisata Coban Rais, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. 

“Memag kita bersama-sama desa atau kelurahan di Kota Batu bersama menggelar aksi pertunjukkan seni dan budaya. Karena kami ingin memunculkan apa yang ada di setiap desa sesuai dengan visi Kota Batu ‘Desa Berdaya Kota Berjaya,” tambahnya kepada BatuTIMES.

Menurut Imam, dengan menggelar event, wisatawan bisa mengetahui jika di Kota Batu rutin digelar pertunjukan seni dan budaya. Dengan demikian wisatawan bisa datang adanya pertunjukan tersebut.

“Ya dengan cara ini kami menarik pengunjung agar datang. Supaya tidak hanya wisata alambsaja, tapi wisata seni dan buday di sini juga ada. Bahkan kita berharap bisa jadi wisata unggulan,” jelas pria yang juga staf ahli ini.

Imam pun berharap, nantinya Dinas Pariwisata mampu mbuat sebuat event yang lebih baik lagi dalam hal promosi wisata Kota Batu. (*)

End of content

No more pages to load