Springbed milik korban yang nyaris saja terbakar habis. (BPBD Kota Malang)

Springbed milik korban yang nyaris saja terbakar habis. (BPBD Kota Malang)



MALANGTIMES - Penghuni kos-kosan di Jl Pisang Agung No 48 RT 06 RW 05, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, milik Hj Munmainnah, Minggu pagi (22/7/2018) sekitar 08.00 dibuat geger. Pasalnya, salah satu kamar milik penghuni kos yang diketahui kosong karena ditinggal ke luar kota terbakar dan nyaris merembet ke sebagian rumah. 

Kejadian tersebut pertama diketahui oleh penghuni kos bernama Mery dan Riska. Saat itu, Mery dan Riska yang sedang bersantai di kamar kaget karena ada asap yang tiba-tiba masuk  kamar. Ketika keluar, mereka melihat kepulan asap yang berasal dari salah satu kamar pemilik kos yang terbakar.

"Saksi yang kaget sontak langsung berteriak meminta pertolongan warga. Dan warga yang datang langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J. Hartono.

Beruntung, kabakaran yang terjadi didalam kamar tersebut tidak menjalar ke ruangan lain dan segera berhasil dipadamkan. Sementara itu, penyebeb terjadinya kebakaran, pihaknya menduga terjadi akibat korsleting listrik.

 "Barang-barang yang ada di kamar seperti springbed, lemari, pintu, plafon nyaris terbakar habis. Kerugian ditaksir kurang lebih Rp 23 juta," bebernya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan dalam membuat jaringan listrik. Jaringan listrik yang dibuat hanya sekedarnya justru begitu rawan terjadi korsleting listrik.

Masyarakat juga diharapkan menghindari penggunaan peralatan listrik yang melebihi beban kapasitas meter listrik, pemasangan instalasi listrik dengan terlalu banyak sambungan, dan memakai isolasi yang apabila terkena panas listrik mudah memuai dan mengelupas. 

"Periksa juga instalasi jaringan listrik secara berkala. Jika memang ada kabel, Stop kontak yang usianya sudah tua segera lakukan pengantian untuk antisipasi terjadinya korsleting listrik," pungkasnya. (*)

End of content

No more pages to load