A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_session7k4s490j5j5are31u3stgh9ej72ap4oa): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kembali Membara, Titik Api Muncul Lagi di Gunung Arjuno Kota Batu - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kembali Membara, Titik Api Muncul Lagi di Gunung Arjuno Kota Batu

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Sep - 2023, 20:50

Placeholder
Kepulan api terlihat di Gunung Arjuno wilayah Kota Batu. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Kebakaran hutan di Gunung Arjuno wilayah Kota Batu dinyatakan padam 15 September 2023. Namun pada Minggu (17/9/2023) malam, tim gabungan menemukan titik api di area hutan bekas pemadaman.

“Kemudian kami melakukan Rapat Koordinasi dengan Instansi terkait untuk penanganan kebakaran Hutan Gunung Arjuno - Welirang,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.

Baca Juga : Mengulik Tradisi Labuhan Pantai Ngliyep, Warisan Leluhur Sejak Tahun 1913 untuk Usir Pagebluk Kematian

Lalu dilakukan melakukan pemantauan lewat udara terhadap Gunung Arjuno-Welirang. Juga melakukan penyisiran dengan mengacu pada titik hotspot aplikasi Sipongi -7.738390⁰ 112.547720⁰ atau sekitar Blok Curah Lirang.

Agung menambahkan, kebakaran itu terjadi rupanya terdapat lapisan bawah yang sudah tersiram water bombing dan hujan kembali. “Faktor terkena angin. Dan api ini muncul pada bagian bawah pohon,” imbuh Agung.

Tim pemadaman darat membuat sekat bakar dengan lebar kurang lebih 1,5 meter mengelilingi Blok Curah Lirang untuk memberikan sekat agar kebakaran tidak meluas. Titik api pun akhirnya bisa dipadamkan.

“Semoga tidak ada lagi titik api,” terang Agung. Meski demikian pihaknya tetap melakukan pemantauan secara visual situasi terkini perkembangan kebakaran hutan Gunung Arjuno - Welirang di Bukit Tunggangan.

Baca Juga : Rayakan Ultah, PMI Kota Batu Gelar Donor Darah

Agung pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di wilayah hutan dan lahan. Mengingat musim kemarau ditambah angin memicu mudahnya kebakaran hutan.

Akibat dari kebakaran 1-15 September 2023 lalu kurang lebih 913 hektare terdampak. Dampak kerusakan akibatnya ekosistem dan keanekaragaman hayati di wilayah Gunung Arjuna yang terancam.


Topik

Peristiwa Gunung Arjuno kebakaran hutan lawang kabupaten malang karhutla



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni