Sebanyak 14 reog menampilkan aksi dalam Obyokan Bareng di halaman Balai Kota Among Tani, Sabtu (21/7/2018) malam. (Foto: Irsya Rich/BatuTIMES)

Sebanyak 14 reog menampilkan aksi dalam Obyokan Bareng di halaman Balai Kota Among Tani, Sabtu (21/7/2018) malam. (Foto: Irsya Rich/BatuTIMES)



Masyarakat Kota Batu mendapat sajian aksi belasan grup reog. Total ada 14 grup reog uji penampilan di hadapan ratusan penonton di halaman Balai Kota Among Tani, Sabtu (21/7/2018) malam.

Suguhan istimewa ini merupakan persembahan dari Dinas Pariwisata Kota Batu bersama Paguyuban Reog Tri Manggolo Selo Aji Kota Batu dengan tajuk 'Obyokan Bareng' di Balai Kota Among Tani.

Pertunjukan seni dan budaya itu menarik perhatian ratusan warga hingga wisatawan yang sudah menunggu sejak sore hari. Terlebih pertunjukan utama yang sudah menjadi perhatian penonton, yakni Obrokan Bareng Dadak Merak.

Pertunjukan ini tidak tanggung-tanggung ditampilkan. Ke-14 reog langsung ditampilkan di halaman Balai Kota Amoga Tani. Ke-14 reog itu tampil bersama dan memutar sambil menunggu giliran untuk menunjukkan aksi reog terbaiknya.

Sambil membawa reog yang cukup berat itu, mereka menampilkan dengan durasi selama kurang lebih 30 menit. Suguhan itu ditampilkan beberapa paguyuban di Kota Batu. Antara lain ardulo Gadung Melati , Sapto Tunggul Wulung, Sardulo Seto, Singo Yudho, Simo Junggo Joyo, Singo Bodho Rejo. Juga ada Singo Joyom Mulyo, Ujwala Roso Manunggal, Singo Rejo, Singo Ludro Bantarangin, Singo Manggolo Joyo, Singo Prono Wijoyo, dan Simo Mulyo Seto.

Penampilan 14 reog itu tentunya membuat para penonton terhibur hingga akhir acara. Ya sebelum acara itu ditutup oleh pembawa acara. baru para penonton meninggalkan halaman Balai Kota Among Tani.

Febrina Puspitasari, warga Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, mengatakan jika merindukan kesenian dan budaya reog di Kota Batu. Sebab, pertunjukan ini masih tetapi memikatnya ditengah pertunjukan modern lainnya.

Terlebih memang ia mengerti jika di Kota Batu memiliki beragam kesenian yang ada. “Acara ini speerti ini bagus, karena saya tahu di Kota Batu banyak kelompok yang masih aktif melestarikan kesenin dan budaya reog misalnya. Inginnya Pemkot Batu rutin ada acara seperti ini,” ujar Febrina.

Memang digelarnya pagelaran ini merupakan salah satu satu wujud pelestarian kesenian dan budaya daerah, khususnya reog di Kota Batu. Tujuan lain, mempererat para paguyuban reog se-Kota Batu. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menjelaskan, kesenian dan budaya di Kota Batu sangat banyak, sehingga sangat berpotensi sebagai jujukan wisata. Sekaligus memberikan wadah kepada para kelompok kesenian di Kota Batu menampilkan karyanya.

“Di Kota Batu ini sangat banyak sekali kelompok kesenian yang berptensi, sehingga perlu diangkat kan sayang jika yang berpotensi ini tidak ditampilkan,” kata Imam.

Menurut Imam, seni dan budaya tidak bisa terpisakan dengan pariwisata di Kota Batu. Tambahan seni dan budaya di desa-desa akan bisa bersaing di Jawa Timur, nasional, hingga internasional. “Sehingga wisatawan yang datang ke Kota Batu ini tidak hanya disuguhi wisata yang ada, tapi juga ada seni dan budayanya bisa jadi pilihan,” ungkapnya kepada BatuTIMES.

Imam pun berharap para seniman di Kota Batu bisa bersatu mengangkat seni dan budaya sebagai destinasi unggulan di Kota Batu. “Harapannya seni dan budaya ini jadi destinasi unggulan nantinya,” harap pria yang juga staf ahli Pemkot Batu ini. (*)

End of content

No more pages to load