A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_sessionlae5slunju0rgg63jtotr5vg3dnhb5a9): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Jokowi Punya Semua Data Intelejen, Mahfud MD: Pasti, Menteri Saja Punya - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Jokowi Punya Semua Data Intelejen, Mahfud MD: Pasti, Menteri Saja Punya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

17 - Sep - 2023, 13:31

Placeholder
Menko Polhukam Mahfud Md. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku memiliki data intelijen soal arah partai politik. Menurut Mahfud, seorang presiden pasti mendapat laporan dari intelijen setiap harinya.

"Pasti lah, namanya Presiden. Bisa tahu apa saja, termasuk partai politik," kata Mahfud kepada wartawan usai melaksanakan jalan sehat di Kemenpora RI, Minggu (17/9/2023).

Baca Juga : Dukung Penggunaan Angkutan Umum, DPRD Surabaya Minta Dishub Petakan Rumah Tinggal ASNĀ 

Ia mengatakan jika presiden memiliki tugas memantau isu-isu hukum, serta isu sensitif di tengah masyarakat. Oleh sebab itu seorang presiden pasti mendapatkan laporan intelijen setiap hari.

"Itu tugasnya presiden, keamanan, masalah isu hukum. Apa-apa yang sensitif di masyarakat, presiden setiap hari mendapat laporan dari intelijen. Di mana pun presiden harus begitu, jadi itu benar," ujar Mahfud.

Selanjutnya Mahfud berpendapat tak ada masalah soal informasi yang didapat Jokowi. Mahfud lalu menyampaikan seorang menteri pun mendapat laporan dari intelijen, meski penyampaiannya tak dilakukan setiap hari.

"Ya nggak bisa dong (disalahkan), memang laporan Presiden. Menteri saja punya, apalagi Presiden. Presiden lebih lengkap lagi," tutur Mahfud.

"Kalau menteri, mungkin kalau Menko bisa bulanan itu dapat. Kalau Presiden tiap hari, pagi ini ada apa, ini ada apa, itu biasa. Punya data parpol itu biasa, sudah tahu semua," ucap Mahfud.

Mahfud kemudian menyebut informasi yang didapat Presiden Jokowi tentu beragam, bukan hanya sebatas kontestasi politik jelang Pemilu 2024. Dia kemudian bicara terkait posisi Badan Intelijen Negara (BIN) yang dilindungi oleh Undang-Undang.

"Tidak ada pemilu pun (presiden) tahu (informasi), apalagi pemilu. Tidak ada pemilu pun Presiden tahu data tentang parpol. Itu memang hal presiden, perintah undang undang," jelas Mahfud.

"Ada undang-undang intelijen negara kan? Intelijen negara itu laporannya ke Presiden dan setiap saat. Bukan hanya di hari kerja dan di jam kerja. Bisa tengah malam juga bisa dapat info itu," tambah Mahfud.

Lebih jauh Mahfud mengatakan informasi yang didapat Jokowi tak ada kaitannya dengan cawe-cawe keputusan setiap partai politik. Bahkan, menurutnya, Jokowi juga tahu siapa saja politikus yang nakal atau bagaimana kinerja seseorang di pemerintahan.

"Nggak urusan cawe-cawe, itu tidak ada kaitannya. Ini Presiden pasti punya intelijen, siapa politikus yang nakal, siapa politikus yang benar. Siapa yang punya kerja gelap, siapa yang punya kerja terang itu punya presiden," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan dirinya mengetahui semua isi dalamnya partai politik (parpol). Tak hanya itu, Jokowi memegang data hingga arah partai politik dari informasi intelijen.

Adapun hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka acara rapat kerja nasional (rakernas) relawan Seknas (sekretariat Nasional) Jokowi di Hotel Salak, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/9/2023).

Baca Juga : Dukung Jajanan dan Makanan Lokal, Pemkot Kediri Gelar Street Food Festival Explorasa 2023

"Saya tahu dalamnya partai seperti apa, saya tahu. Partai-partai seperti apa saya tahu, ingin mereka menuju ke mana saya juga ngerti," ujarnya.

Informasi partai politik yang diterima, menurut Jokowi sangat lengkap. Jokowi mendapatkan informasi partai-partai itu dari laporan intelijen dan lembaga intelijen. "Informasi yang saya terima komplet dari intelijen saya. Ada BIN, dari intelijen di Polri ada, dari intelijen TNI saya punya BAIS dan informasi-informasi di luar itu. Angka data, survei semuanya ada. Saya pegang semua dan itu hanya miliknya presiden karena langsung, langsung ke saya," imbuhnya.

Sementara sebelumnya, pernyataan Jokowi itu juga telah mendapat tanggapan dari Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno. "Saya kira satu hal, Jokowi ingin tunjukan kepada publik Indonesia, Jokowi itu tahu betul. Jokowi itu paham betul terkait situasi politik yang memang saat ini terkait dengan pilpres. Sekali pun bukan ketua umum partai, tapi Jokowi itu adalah king maker yang sesungguhnya, karena begitu banyak informasi, data-data, 'jeroan' dari partai pun Jokowi paham betul dalam konteks itu," kata Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, saat dihubungi, Sabtu (16/9/2023).

Adi menuturkan parpol yang mengusung capres dan cawapres adalah orang-orang yang sering bertemu dengan Jokowi. Dia menyebut, Jokowi ingin menyampaikan bahwa dia mengetahui banyak hal terkait situasi dan kondisi saat ini.

"Apalagi kita tahu persis bahwa hampir semua partai politik saat ini yang mengusung jagoan masing-masing adalah mereka yang sering bertemu dan berinteraksi dengan Jokowi. Oleh karena itu pesan politiknya Pak Jokowi adalah presiden yang tahu banyak terkait situasi dan kondisi politik saat ini," tuturnya.

Menurut Adi, Jokowi juga ingin menjelaskan mengenai konfigurasi politik saat ini. Sebab kata Adi, banyak politikus yang menampilkan sikap berbeda di depan dan di belakang publik.

"Kedua, konfigurasi politik saat ini secara tidak langsung mungkin ingin dijelaskan oleh pernyataan Jokowi itu masih cukup dinamis dan cukup cair. Karena sebelum ada keputusan resmi dari KPU soal gabungan parpol yang mengusung capres dan cawapres apapun bisa terjadi. Karena sering kali partai-partai ini berbeda panggung depannya dan panggung belakang," ucapnya.

"Pesan ini yang sebenarnya ingin disampaikan kepada publik, bahwa apa yang terjadi saat ini masih sebatas dinamika politik yang sering kali para politisi di partai ini menunjukkan wajah yang berbeda antara wajah depannya dengan wajah belakangnya," lanjutnya.

Lebih lanjut Adi mengatakan Jokowi secara tidak langsung menunjukkan bahwa dirinya adalah king maker. Sebab dari pesan yang disampaikan, kata Adi, hanya Jokowi yang mengerti situasi pilpres.

"Jokowi secara tidak langsung ingin menunjukkan kepada publik, bahwa yang paham situasi politik yang ngerti situasi pilpres terkait pemilu ya hanya Jokowi bukan yang lain. Itu lah yang disebut king maker sesungguhnya karena yang bisa memainkan segala sesuatu dengan mudah adalah seorang king maker," imbuhnya.


Topik

Pemerintahan jokowi mahfud md data intelijen king maker



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana