Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Jokowi: Jangan Takut dengan AI, Ciptaan Allah SWT Lebih Unggul

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

15 - Sep - 2023, 12:04

Placeholder
Presiden Indonesia Joko Widodo (foto dari internet)

JATIMTIMES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal pesatnya kemajuan teknologi. Jokowi meminta masyarakat Indonesia tidak alergi dan takut dengan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

"Ini saya minta sekali lagi jangan alergi dengan teknologi. Jangan hindari perubahan teknologi. Jangan takut dengan mesin cerdas, dengan AI," kata Jokowi dalam orasinya di Sidang Terbuka Dies Natalis Ke-60 Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/9/2023).

Baca Juga : Viral, Jamaah Umrah Diduga dari Indonesia Berzikir Keras hingga Jadi Pusat Perhatian

Jokowi mengatakan banyak negara yang takut dengan kecerdasan buatan. Hal itu disiratkan para pemimpin negara saat KTT ASEAN di Jakarta, KTT G7 di Jepang dan KTT G20 di India beberapa waktu lalu.

"Karena kemarin waktu di G7, waktu di G20, waktu di ASEAN Summit, semuanya berbicara mengenai AI, takut sekali semua negara mengenai AI. Regulasinya belum ada, aturan mainnya belum ada, AI-nya terus lari terus, ubah-ubah terus. Semua dibicarakan. Artinya memang ya kita harus mengantisipasi dan bersiap diri," tuturnya.

Jokowi meyakini bahwa teknologi tidak bisa mengalahkan manusia. Dia percaya manusia yang merupakan ciptaan Tuhan akan selalu lebih unggul.

"Sekali lagi jangan takut dengan mesin cerdas, dengan AI. Teknologi tidak akan bisa mengalahkan manusia. Percaya itu. Teknologi tak akan bisa mengalahkan manusia karena mesin cuma punya chip, tapi manusia punya hati, punya rasa. Mesin nggak punya, dan saya percaya bahwa ciptaan Allah SWT akan selalu lebih unggul dan lebih mulia," ujar Jokowi.

Oleh karenanya, Jokowi meminta agar Indonesia untuk bersiap diri dan mengantisipasi perkembangan teknologi. Dia juga berharap IPB bisa menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten untuk menghadapi tantangan zaman.

"Oleh sebab itu, saya ingin IPB jadi sarana untuk menghasilkan insan-insan unggul yang tidak hanya kompeten di akademik, tapi juga punya karakter yang baik, memiliki akhlak yang baik, yang cinta tanah air, yang punya optimisme tinggi yang selalu ingin membantu sesama dan saya yakin IPB University sangat bisa mengambil peran itu," papar Jokowi.

Sementara pada kesempatan yang sama, Jokowi juga bercerita ihwal pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait perang Rusia vs Ukraina yang berdampak pada krisis pangan.

Jokowi mulanya bicara soal ancaman krisis pangan di dunia di tengah semakin meningkatnya jumlah penduduk. Tak hanya diterpa krisis pangan, dunia juga disebutnya diancam perubahan iklim.

"Saya berikan contoh ancaman krisis pangan. Ini yang relevan dengan IPB. Ancaman krisis pangan, kita tahu jumlah penduduk dunia semakin meningkat. Kebutuhan pangan tentu saja akan naik. Seperti di Indonesia ini kenaikan per tahun 1,25 persen penduduk kita. Kemudian ada ancaman perubahan iklim, kemarau seperti sekarang orang sudah mulai bingung karena ada super El Nino, kemudian juga kenaikan suhu, kenaikan air laut," kata Jokowi

"Ya kalau kita pikirkan secara ini ya, khawatir, tapi saya kira tidak perlu khawatir yang paling penting solusinya seperti apa," lanjutnya.

Tak hanya itu. Jokowi menambahkan, geo-politik dan rivalitas antara negara-negara besar semakin memanas. Salah satunya perang Ukraina yang berkepanjangan. Dia pun lantas mengkilas balik momen pertemuannya selama 2,5 jam dengan Zelensky di Kyiv saat itu.

Baca Juga : 3 Amalan Sunah untuk Meraih Pahala di Bulan Rabiul Awal

"Kemudian juga geo-politik yang semakin memanas, rivalitas antara negara-negara besar, perang Ukraina yang berkepanjangan tidak selesai-selesai. Saat itu saya ingat saya bertemu dengan Presiden Zelensky di Kiev di Ukraina. Saya diskusi dua setengah jam, berbicara dua setengah jam dengan Zelensky," ungkap Jokowi.

Ia kemudian mengungkap pertemuannya dengan Zelensky itu salah satunya membahas soal perang di wilayah tersebut yang mengakibatkan terjadinya krisis pangan. Sebab, ekspor gandum ke Afrika dan Asia dari Ukraina terhenti lantaran Pelabuhan Odessa diblok oleh Rusia.

"Beliau menyampaikan di Ukraina itu ada 77 juta ton wheat, gandum, yang tidak bisa keluar untuk diekspor, biasanya masuk ke Afrika dan masuk ke Asia 77 juta ton berhenti, karena Pelabuhan Odessa diblok oleh Rusia," ujarnya.

Dari Kyiv, Jokowi pun ke Rusia untuk bertemu Putin. Dari pertemuan itu, Jokowi mengaku mendapatkan informasi bahwa ekspor gandum dari Rusia juga terhenti imbas perang dengan Ukraina.

"Dari Ukraina saya ke Rusia, bicara dengan Presiden Putin. Tiga jam saya berbicara, akhirnya keluar lagi angka ‘Presiden Jokowi di Rusia ini ada 130 juta ton gandum berhenti’. Artinya ada total 207 juta ton gandum berhenti di Ukraina dan di Rusia. Terus kalau berhenti yang biasanya diekspor makan apa? Itu lah konteks geo-politik yang berhubungan dengan krisis pangan," kata Jokowi.

"Di Eropa harga gandum naik, di Afrika harga gandum naik, di Asia gandum naik. Kita semuanya rakyatlah yang dirugikan," imbuh dia.

Jokowi mengungkapkan, kini krisis pangan masih berlanjut. Bahkan,  saat ini masing-masing negara sudah membatasi ekspor pangan untuk menyelamatkan rakyat masing-masing.

"Dan lebih repotnya lagi, ditambah lagi kemudian, 19 negara sudah membatasi ekspor pangan. Menyelamatkan rakyatnya sendiri-sendiri. India baru saja stop ekspor beras. Akibatnya harga beras naik di semua negara. Kita mau memperbesar cadangan strategis beras kita, mau impor juga barangnya sulit didapatkan tidak seperti yang lalu lalu nyodorin barangnya 'pak ini dibeli, pak ini dibeli pak'. Sekarang, nyarinya sangat sulit karena ingin menyelamatkan rakyatnya sendiri-sendiri, memberi makan rakyatnya sendiri sendiri. Ini semua kenyataan yang harus kita hadapi, harus kita sadari, kita terima dan yang paling penting kemudian kita antisipasi apa yang harus kita kerjakan, dan ini tugasnya IPB Pak Rektor," papar Jokowi.

Dalam acara tersebut Jokowi tak sendiri. Dia ditemani beberapa menterinya. Yakni Mendikbud Nadiem Makarim, Mensesneg Pratikno, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menaker Ida Fauziah, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, hingga Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus.


Topik

Peristiwa Jokowi Presiden Joko Widodo kecerdasan buatan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy