Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Heboh, Tipu Muslihat Susanto Jadi Dokter Gadungan di RS PHC Surabaya Selama Dua Tahun, Ini Profilnya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

13 - Sep - 2023, 11:56

Placeholder
Susanto, dokter gadungan di RS PHC Surabaya. (Foto: Surya)

JATIMTIMES - Baru-baru ini nama Susanto tengah ramai menyita perhatian publik. Itu karena lulusan SMA tersebut berhasil mengelabui pihak RS Pelindo Husada Citra (PHC) Surabaya dengan berpura-pura menjadi dokter. 

Hingga Rabu (13/9/2023) siang, kata kunci "susanto dokter gadungan rs phc" menjadi trending di penelusuran Google. 

Baca Juga : 16 Tim Negara Ini Lolos ke Piala Asia U-23 2024 di Qatar

Melansir berbagai sumber, Susanto bekerja sebagai dokter klinik K3 wilayah kerja Pertamina di Cepu, Jawa Tengah  selama dua tahun. 

Berdasarkan penelusuran, ternyata Susanto pernah beraksi sebagai dokter gadungan di Kalimantan. Yakni di sejumlah rumah sakit Kutai Timur pada 2011. Namun, aksinya berhasil diketahui hingga dia akhirnya dipenjara. 

Tak kapok di penjara, Susanto akhirnya kembali melancarkan aksinya sebagai dokter gadungan di Surabaya. Awalnya dua tahun lalu atau 2021, PT PHC membuka lowongan kerja dan merekrut pegawai secara online. 

Susanto pun tertarik dan menggunakan kembali trik lama untuk menipu. Lalu, ia mengisi formulir pendaftaran dengan mencari data dokter di media sosial Facebook.

Hingga pada akhirnya Susanto menemukan akun dr Anggi Yurikno, seorang dokter asal Bandung. Lantas, semua identitas dr Anggi dicuri oleh Susanto dan digunakan untuk melamar kerja. 

Dengan hasil dokumen fiktif itu, Susanto diterima kerja. Ia pun mendapatkan honor Rp 7 juta per bulan dan tunjangan selama dua tahun. 

Lantas penipuan itu mulai tercium saat perusahaan hendak memperpanjang kontrak kerja Susanto. Bahkan kala itu, Susanto hendak dikontrak kerja selama 7,5 tahun.

Direktur Utama PT PHC dr Subardjo mengaku telah kecolongan. Meski begitu, dia memastikan tidak ada pasien yang menjadi korban.

"Dia tugas sebagai dokter umum di klinik OHiH. Melayani tes kesehatan pekerja Pertamina sebelum kerja. Tugasnya hanya mengecek kesehatan pekerja, bukan memberi resep obat," ujar Subardjo,  Rabu (13/9/2023). 

Lantas siapa sosok Susanto? Ia berasal dari Grobogan, Jawa Tengah. Tepatnya Susanto hanya lulusan SMA. Riwayat pendidikannya di SDN Tunggulrejo 1, SMP Negeri Gabus 1, dan SMAN 1 Martoyudan Magelang tahun 1999.

Selepas SMA, Susanto tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, kemudian bekerja. 

Dia juga pernah menikahi perempuan bernama Siti Masrotun pada tahun 2003 dan telah memiliki anak perempuan berumur 4 tahun. Namun pernikahannya akhirnya kandas. 

Baca Juga : Heboh, Selebrasi 'Bucin' Pratama Arhan ke Azizah Iringi Timnas Indonesia U-23 Cetak Sejarah

Sebelum di Rumah Sakit PHC Surabaya, sepak terjang Susanto sebagai penipu di bidang kesehatan sudah panjang. Bukan hanya Kutai Timur, ia juga pernah menipu selama dua bulan di RS Gunung Sawo, Februari sampai April 2008. 

Selain itu, di Yayasan RS Habibullah di Jalan Raya Tahunan, Kecamatan Gabus, Grobogan, Susanto pernah diangkat sebagai direktur utama pada 2008. Setelah itu ia pamit ke Surabaya, dan tidak muncul lagi.

Tak hanya itu. Susanto juga merangkap sebagai dokter di Puskesmas Gabus di Jalan Raya Sulursari, Kecamatan Gabus, Grobogan, pada tahun 2006, selama sekitar 1 tahun.

Sedangkan di PMI Grobogan, jabatan Susanto adalah kepala UTD selama 3 tahun dari tahun 2006-2008. Di tiga tempat di Grobogan, tersangka memakai nama dr Susanto.

Dan masa kerja di tiga RS berakhir setelah Susanto pergi ke Kalimantan Selatan untuk bekerja sebagai dokter obgin di RS Pahlawan Medical Center, Kandangan. 

Namun baru 5 hari bertugas, kepalsuannya terungkap setelah ketahuan grogi dan hampir salah penanganan saat operasi caesar. 

Selanjutnya Susanto dilaporkan oleh direktur RS tersebut dan diproses pidana Polsek Kota Kandangan dan dijatuhi vonis oleh PN Kandangan selama 20 bulan.

Tak kapok, Susanto lalu pergi di Sangatta, Kutai Timur. Dia bekerja di Rumah Sakit Sangatta Occupational Health Center (SOHC) dan Rumah Sakit Prima Sangatta.

Dari rekam jejaknya itu, total sudah ada tujuh institusi yang diketahui pernah dibobol Susanto.


Topik

Peristiwa Dokter gadungan Susanto Susanto dokter gadungan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy