Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Melihat Makna Lukisan Seniman Van Gogh, Simpan Cerita Dunia yang Mengagumkan

Penulis : Mutmainah J - Ghiska Ayu - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Sep - 2023, 13:12

Placeholder
Seniman Van Gogh. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Bagi sebagian besar seniman, terlebih pencinta seni lukis pasti tidak asing dengan lukisan The Starry Night karya Vincent Van Gogh. Dalam bahasa Indonesia, The Starry Night diartikan sebagai Malam Berbintang. 

Vincent Van Gogh merupakan pelukis asal Belanda yang lahir pada 30 Maret 1853 dan anak kedua dari enam bersaudara.

Baca Juga : BUMN Goes To Campus, Dirut SIER Dorong Millenial UINSA Go Penguasaan Digital

Aliran seni lukis yang dibawa Vincent Van Gogh adalah post-impressionism. Bahkan Van Gogh menjadi salah satu penior yang memberikan pengaruh pada banyak aliran yang menyusul, seperti fauvism, neo impresionisme, dan lain-lain. 

Lukisan The Starry Night miliknya menjadi karya paling populer sampai saat ini. Dilansir dari BBC News pada Selasa (12/9/2023), pada tahun 1889, Vincent van Gogh datang ke rumah sakit jiwa Saint-Paul-de-Mausole, di Saint-Rémy, sebagai pasien yang datang sukarela. Ia sedang dalam proses penyembuhan dari berbagai masalah kesehatan mentalnya dan mendapat perawatan dari sekelompok dokter.

Namun, Vincent juga memiliki metode pengobatan yang dia tentukan sendiri, yaitu berinteraksi dengan alam dan menghadapkan diri lebih dalam pada seninya. Dia semakin terobsesi dengan salah satu ciri khas di sekitar pedesaan Provencal tersebut, yaitu pohon cemara yang besar.

Saat ini, ada pameran seni yang baru di Metropolitan Museum of Art di New York yang menyoroti pohon cemara yang menjadi obsesi Vincent van Gogh. Pameran ini adalah yang pertama kali memfokuskan pada pohon cemara dalam karya-karya seniman ini.

Susan Alyson Stein, kurator pameran ini, menjelaskan bahwa pameran ini membawa pandangan yang baru dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ini mengungkapkan kisah di balik minat panjang Van Gogh pada motif pohon cemara ini.

Dikutip dari situs vincentvangogh.org, berikut ini adalah empat ungkapan karya seni simbol ketahanan Van Gogh.

1. The Starry Night, Juni 1889

Salah satu karya penting Van Gogh adalah "The Starry Night" yang diciptakan pada bulan Juni 1889. Dalam lukisan ini, ia menggambarkan pohon cemara dengan gaya yang indah dan proporsional. Baginya, pohon ini mirip obelisk Mesir dalam hal bentuk dan ukuran. Dia menemukan kesamaan ini setelah membaca tentang arsitektur Mesir di Paris World's Fair pada tahun 1889.

Pohon cemara dan obelisk, seperti yang dia gambarkan, menghubungkan bumi dengan langit, menggambarkan harapan dan keabadian. Melalui lukisan ini, Van Gogh ingin mengungkapkan keagungan, kedamaian, dan kebesaran alam, yang dapat memberikan ketenangan pada saat-saat putus asa.

2. Wheat Field with Cypresses, Juni 1889

Baca Juga : Nikmatnya Bersantai di Alun-Alun Tulungagung, Taman Kota Terbaik Nasional

Lukisan "Wheat Field with Cypresses" yang diciptakan pada bulan Juni 1889 juga menunjukkan ketahanan pribadi Vincent van Gogh. Dalam surat kepada saudaranya, Theo, Van Gogh menyatakan bahwa pohon cemara selalu menarik perhatiannya, dan ia ingin membuat sesuatu yang unik dengan mereka seperti yang ia lihat. Dia selalu memiliki ambisi besar dalam dunia seni dan ingin menciptakan sesuatu yang istimewa. Pohon cemara menjadi tanda tangan dalam karyanya dan merupakan simbol dari wilayah yang dicintainya, terutama dalam lanskap seperti "Wheat Field with Cypresses."

3. Cypresses, Juni 1889

Van Gogh juga mencari gaya lukisan alam yang unik. Ketika dia pertama kali tiba di Provence, ia ingin mendirikan sebuah koloni seniman dan mengundang seniman lain, seperti Paul Gauguin, untuk bergabung. Mereka berdua memiliki pandangan yang berani tentang seni. Meskipun Gauguin bergabung dengan Van Gogh untuk sementara waktu, mereka akhirnya berpisah karena perbedaan pendapat. Namun, Van Gogh terus mengembangkan cara uniknya sendiri untuk melukis pohon cemara, menciptakan gaya yang sangat khas. Melalui lukisan "Cypresses" (Juni 1889), dia menggambarkan pohon sebagai kolom asap yang membeku dengan sapuan kuas yang berputar, menciptakan energi dan dinamika dalam alam.

4. Country Road in Provence by Night, Mei 1890

Lukisan "Country Road in Provence by Night" yang diciptakan pada bulan Mei 1890 menunjukkan bahwa Van Gogh juga melihat sisi gelap dari pohon cemara. Dia menggambarkan cemara sebagai bercak gelap dalam lanskap yang diterangi oleh matahari. Ini menggambarkan asosiasi tradisional pohon cemara dengan kematian dan keabadian. Pohon cemara sering ditanam di pemakaman dan kayunya digunakan untuk peti mati. Melalui lukisan ini, Van Gogh ingin mengungkapkan konsep keabadian dan makna yang dalam.

Pada akhirnya, cemara menjadi simbol ketahanan bagi Van Gogh. Meskipun menghadapi banyak tantangan dalam hidupnya, dia terus menciptakan karya seni yang indah dan unik dengan pohon cemara sebagai tema sentralnya. Pameran di Metropolitan Museum of Art menyoroti sifat yang teguh dari Van Gogh: kemampuannya untuk terus maju, kreativitasnya yang segar, dan ketangguhannya dalam menghadapi segala rintangan.


Topik

Serba Serbi Van Gogh makna lukisan the starry night pameran



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J - Ghiska Ayu

Editor

Nurlayla Ratri