Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Pj Wali Kota Batu 6 Bulan Jadi Orangtua Asuh, Satu Balita Mentas Stunting

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Sep - 2023, 18:40

Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai saat melihat kondisi balita yang mentas dari stunting di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai saat melihat kondisi balita yang mentas dari stunting di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - 6 bulan sudah Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menjadi orangtua asuh. Dalam kurun waktu tersebut akhirnya salah satu balita yang diasuh mentas dari stunting.

Balita itu berasal dari Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. “Satu balita yang saya asuh dinyatakan mentas stunting,” ungkap Aries, Senin (11/9/2023).

Baca Juga : Rakor RDS, Upaya Pemdes Jubung Ajak Warganya Jaga Pola Hidup Sehat

Mentasnya balita tersebut dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan anak, mulai dari tinggi dan berat badan, sudah ideal sesuai usianya. “Kita akan terus melakukan pengawasan dan memberi semangat kepada orangtua agar lebih memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini dengan pola hidup yang sehat,” kata Aries.

Aries juga mengimbau kepada orangtua agar membawa balita ke posyandu untuk melihat perkembangan anak. Diketahui beragam cara dilakukan Pemkot Batu untuk menekan angka stunting di Kota Batu.

Salah satunya dengan menghadirkan program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). Melalui program ini diharapkan angka stunting di Kota Batu bisa turun signifikan dalam waktu tiga bulan.

BAAS merupakan program pendampingan pada bayi di bawah usia dua tahun (Baduta) yang mengalami masalah selain kesehatan selama 3 bulan. Pemkot secara intens terus berupaya menurunkan angka stunting dengan menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batu.

Sedang, angka prevalensi stunting di Kota Batu pada Februari 2023 mencapai 13,20 persen. Presentase tersebut hingga Juni telah mengalami penurunan mencapai 2,05 persen.

Baca Juga : Pj Wali Kota Batu Cek Lahan Bakal TPA Kota Batu, Luasnya 2 Hektar

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Batu telah melakukan beragam cara. Yakni pendampingan bagi ibu hamil juga menjadi fokus dalam upaya mengantisipasi terjadinya bayi stunting.

Seluruh tahap tumbuh kembang balita seperti pemantauan status gizi dan imunisasi, serta implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk meningkatkan akses sanitasi dasar, juga menjadi bagian dari strategi penanganan stunting.


Topik

Pemerintahan Pemkot Batu kota batu stunting bapak asuh


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni