Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Khofifah Tinjau Langsung Karhutla Bromo, Pastikan Helikopter BNPB Segera Lakukan Water Bombing

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Nurlayla Ratri

10 - Sep - 2023, 11:28

Placeholder
Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau kebakaran lahan dan hutan di Bromo.

JATIMTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies, di Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo, yang merupakan bagian dari kawasan wisata Bromo, Sabtu (9/9). 

Peninjauan itu dilakukan Gubernur Khofifah didampingi Kadishut Jatim dan Kalaksa BPBD Jatim lewat pantauan udara dengan menggunakan helikopter. Titik awal pengamatan karhutla dilakukan di Gunung Arjuno Kawasan Konservasi Tahura R Soerjo serta Gunung Welirang. Dimana, masih ditemukan titik asap yang muncul di Curah Kluntung kota Batu.

Baca Juga : Peringati Harlah Ke-29, Direktur RSI Unisma Beber Liku-Liku Pengembangan Rumah Sakit 

Selanjutnya, rombongan Gubernur Khofifah melanjutkan pantauan udara ke arah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS) tepatnya di Lembah Watangan. Di sana api juga ditemukan masih menyala dan personel juga terlihat masih melakukan pemadaman.

Sebagaimana diketahui, padang savana di Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies  mengalami kebakaran setelah dipicu oleh percikan api dari flare yang digunakan oleh salah satu pengunjung pada Rabu (6/9) lalu.

Usai melakukan peninjauan, Gubernur Khofifah langsung menggelar rapat dengan Kepala BB-TNBTS, Tokoh adat Suku Tengger, PHRI, Kepala OPD Pemprov Jatim terkait, serta jajaran Forkopimda Kab. Probolinggo.

Usai melakukan rapat dengan jajaran terkait, Gubernur Khofifah mengatakan saat ini masih ada titik api di kawasan Lembah Watangan. Untuk itu, ia menegaskan bahwa upaya pemadaman akan terus dilakukan hingga semua titik api benar-benar dipastikan telah seluruhnya padam. Baru kemudian dibuka akses wisata secara keseluruhan seperti sedia kala.

Sambil menunggu proses pemadaman tuntas, wisatawan dapat menikmati indahnya Bromo dan eksotiknya matahari terbit melalui seruni point. Hal ini demi keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Baik Pemprov Jatim maupun Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk dapat segera dilakukan upaya pemadaman melalui teknik water bombing via helikopter milik BNPB.

Gubernur Khofifah bahkan telah bertemu dan kordinasi langsung dengan Kepala BNPB untuk menambah armada helikopter yang melakukan water bombing. Tepatnya pada hari Jumat (8/9) ditambahkan satu helikopter lagi sehingga saat ini ada dua helikopter yang bertugas melakukan water bombing.

"Sebetulnya Jumat (8/9)  helikopternya sudah datang dengan kapasitas air  lima kali lebih besar dari heli yang sebelumnya beroperasi, untuk bisa melakukan pembasahan dan pemadaman. Kami juga sudah minta kepada Kepala BNPB helinya bisa dikirim ke Bromo, saat ini menunggu surat permintaan heli dari kepala BB TNBTS. Semoga hari ini bisa selesai administrasinya. Sambil menunggu, heli beroperasi melakukan pembasahan dan  pemadaman di titik api baru di Gunung  Welirang," katanya.

Untuk itu, dengan masih adanya titik api di Bromo, Khofifah meminta Kepala BB-TNBTS untuk segera berkirim surat kepada BNPB agar bisa menggerakkan helikopter yang sekarang posisinya ada di basecamp Kaliandra di Kab. Pasuruan, agar dapat segera digeser ke Bromo.

"Jadi Insya Allah helikopternya hari ini, paling lambat  besok sudah bisa ke Bromo. Dan hari ini tim disini akan memaksimalkan pencarian sumber air sebagai sumber pengisian pelaksanaan water bombing," tegasnya.

Baca Juga : Update Kebakaran Gunung Arjuno Wilayah Kota Batu, 41 Titik Api Padam

Selain itu, Gubenur Khofifah juga akan melakukan assessment untuk memberikan bantuan atas kerusakan jaringan pipa air bersih yg terdampak akibat kebakaran.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah meminta wisatawan untuk bersabar. Sebelum semua api padam, dan dipastikan tidak ada lagi asap yang tersisa, maka lokasi wisata Bromo masih ditutup sebagian untuk sementara waktu. Hal ini untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung sekaligus agar upaya pemadaman karhulta bisa dilakukan secara komprehensif. Wisatawan dapat menikmati indahnya Bromo dan matahari terbit dari  Seruni Point 

"Kalau sudah selesai dan aman semua  InsyaAllah BB-TNBTS akan berkoordinasi dengan PHRI Bromo untuk membuka kembali wisata di Bromo. Tapi sebelum itu harus dipastikan semua aman. Pastikan tidak  ada api maupun asap. Karena kalau masih ada asap maka artinya di bawah kemungkinan masih ada api," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BB TNBTS, Hendro Widjanarko mengatakan bahwa untuk  spot wisata yang dikelola oleh TNBTS ditutup untuk sementara. Di antaranya Penanjakan, Bukit Teletubies, dan Pasir Berbisik. Namun beberapa spot wisata yang dikelola warga seperti Sunrise View masih bisa dikunjungi oleh wisatawan. 

"Kemudian view di kantor kami juga cukup bagus. Wisatawan bisa melihat view Gunung Bromo dari kantor kami," ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Jatim per Jumat (8/9) pukul 16.40 WIB, lahan yang terbakar di areal TNBTS diestimasikan sekitar ± 274,71 Ha. Tidak ada korban jiwa dan cuaca terkini cerah. Pemadaman sendiri dilakukan dengan membagi 2 tim. Yakni Tim Atas untuk memadamkan api di puncak Gunung Kursi, dan Tim Bawah untuk memadamkan api di lereng Gunung Kursi agar tidak meluas ke padang rumput/savana.

Selain itu, upaya penanganan yang dilakukan antara lain asesmen lokasi oleh Agen Bencana Prov. Jatim di lokasi kejadian. Tim gabungan berjumlah 50 orang juga melakukan pemadaman api dengan menggunakan gepyok dan tambahan 1 unit mobil tangki.


Topik

Peristiwa Bromo kebaharan Khofifah water bombing



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Nurlayla Ratri