MALANGTIMES. - Hingga saat ini Pedagang Kaki Lima (PKL) atau Pelaku Niaga Sipil (PNS) telah didata  oleh Dinas Koperasi Unit Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu. Totalnya hingga Jumat (20/7/2018) ada 264 PNS yang telah mendaftar. 

Padahal sebelumnya jumlah PNS yang berjualan di area Alun-Alun Kota Batu tercatat 86 PNS. Jumlah itu sebelum mereka berhenti untuk beraktivitas pada Senin (16/7/2018) lalu. 

Jumlah itu bertambah setelah Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mempersilakan mereka yang ingin berjualan di food court Alun-Alun Kota Batu untuk mendaftar. Tetapi syaratnya harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Batu. 

Rencana semula para PNS ini bakal direlokasi di area Food Court saja. Lantai dua untuk area food and baverage dan lantai satu untuk area penjual aksesoris.

Namun rencana itu terus digodok oleh Pemkot Batu setelah jumlah data PNS yang mendaftarkan diri cukup banyak.

“Karena jumlah yang daftar ini cukup banyak sehingga kita terus merundingkan penataan para PNS nanti pada 23 Juli,” ujar Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Jumat (20/7/2018).

Karena jumlah itu terlalu banyak dan tentunya tidak akan cukup menampung di area Food Court, sehingga Pemkot Batu akan membaginya di area GOR Ganesha.

“Dengan jumlah segitu banyaknya sehingga dibagi juga di area Ganesha,” jelasnya saat di Alun-Alun Kota Batu. 

Semantara itu, Ketua PNS Kota Batu Puspita Herdisari menjelaskan pihaknya telah mengikuti semua aturan dan syarat yang telah diterapkan Pemkot Batu. Sehingga semua PNS yang berjualan di Alun-Alun Kota Batu tinggal menunggu keputusan dari Pemkot Batu.

"Tentunya kami sudah mengikuti aturan sesuai surat edaran. Mulai tidak berjualan hingga tanggal 22 Juli hingga pendataan dengan mengirim persyaratan yang dibutuhkan oleh dinas terkait,” ungkap perempuan yang akrab disapa Pipit ini.

Para PNS berhenti beraktivitas alias tidak berjualan sejak 16 Juli hingga 22 Juli mendatang. Rencananya, mereka bakal menempati tempat baru pada 23 Juli mendatang.