Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Motivasi Pegawai, Kabiro AUPK UIN Maliki Malang Sampaikan Kiat Jadi Pegawai Berkontribusi Positif

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

04 - Sep - 2023, 13:52

Placeholder
Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Maliki Malang Dr H Ahmad Hidayatullah MPd, menjadi pembina apel (ist)

JATIMTIMES - Apel rutin digelar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Senin, (4/9/2023). Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Maliki Malang Dr H Ahmad Hidayatullah MPd, menjadi pembina apel.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menekankan, bahwa apel ini menjadi salah satu hal penting. Jika di dalam Syariah agama, apel ibarat salat Jum'at yang rutin digelar setiap Jumat. Dalam momen itu, seseorang dapat melakukan muhasabah, mendapatkan informasi baik dalam meningkatkan iman dan takwa.

Baca Juga : Jalan Sehat dan Pentas Seni Jaranan Meriahkan HUT Ke-78 RI di Tunggulsari

"Sedang pada apel, tentunya ini menjadi upaya dalam peningkatan kinerja. Untuk mencharge menyegarkan semangat kita," jelasnya.

1

Ahmad juga memaparkan sebuah materi yang bersumber dari sebuah buku, bagaimana keberadaan seseorang dalam sebuah institusi dapat memberikan kontribusi positif dalam sebuah kemajuan lembaga, seperti halnya di UIN Maliki Malang. Pegawai yang mampu membuat lembaganya kuat, diperlukan satu kemampuan yang disebut dengan sistem thinking. Pegawai yang mampu membangun sistem berfikir. 

"Bagaimana orang bisa membangun sistem berfikirnya. Apapun yang dilakukan manusia itu bergantung pada cara berpikirnya. Kalau cara berpikirnya benar, maka yang dilakukan akan benar. Karena kita di UIN, maka harus berfikir bagaimana membuat UIN Maju," paparnya.

2

Selanjutnya adalah personality. Artinya seorang yang mampu menyelesaikan permasalahnya sendiri dengan tuntas. Hal ini menjadi penting; sebab bagaimana mungkin seseorang menyelesaikan persoalan lembaga, jika persoalan dirinya sendiri tidaklah selesai. 

"Harus menguasai nafsu, ambisi kita, harus bisa kita selesaikan sendiri. Kalau tidak bisa tentu tidak bisa mengatur lembaga," jelasnya.

Dan hal ketiga yang dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat mengembangkan lembaga adalah mental modal. Maksud dari hal ini adalah, seseorang mempunyai jiwa yang dapat menjadi model bagi banyak orang yang dilayani. Maka di organisasi harus bisa menjadi model, punya mental teladan. Seperti halnya Rasulullah SAW yang mampu menjadi tauladan bagi umat.

Baca Juga : Fakultas Humaniora UIN Malang Latih Tenaga Kependidikan Terkait Implementasi Tanda Tangan Elektronik

 

"Kalau sudah ruh salah, nggak bener maka ujung mudharat," jelasnya.

Selanjutnya adalah servicion. Kemampuan ini dibutuhkan bagi seseorang dalam mengembangkan sebuah lembaga. Organisasi yang hebat bukan seperti model organisasi dulu, dimana individu lebih dominan. Sebaliknya, saat ini  mengedepankan kerjasama, dimana sumberdayanya pintar dan maju bersama.

Yang kelima dibutuhkan team learning. Ini menjadi salah satu hal yang penting, dimana para pegawai bisa belajar bersama dan saling mendorong untuk kemajuan bersama.  "UIN sudah diajak untuk organisasi yang senantiasa belajar, maka apapun tuntutan di luar UIN atau pun di dalam akan senantiasa bisa merubah diri, beradaptasi dengan baik, akan bisa agile. UIN bisa merespon perubahan dengan inovasi yang tinggi," pungkasnya.


Topik

Pendidikan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana