Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Kisah Raja Nitisemito atau Raja Kretek yang Namanya Ada di Pidato Bung Karno

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

02 - Sep - 2023, 07:12

Raja kretek, Nitisemito. (Foto screenshot)
Raja kretek, Nitisemito. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Sejarah kretek tak bisa melupakan nama Nitisemito. Sebelum Hindia Belanda runtuh, juragan kretek dari Kudus ini pernah sukses dengan merek Bal Tiga. Karena namanya yang begitu terkenal pada masa itu, Nitisemito diabadikan menjadi sebuah jalan di kawasan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus.

Nitisemito lahir di Kudus, Jawa Tengah dengan nama Roesdi pada 1863. Ayahnya adalah Haji Soelaiman seorang lurah di Desa Janggalan, Kudus. Sedangkan ibunya adalah Markanah yang menjadi ibu rumah tangga.

Baca Juga : Sejarah Nabi Isa Salat, Salat Fardu Ternyata Dikerjakan Pertama Kali oleh 5 Nabi Ini

Dilansir dari akun Tiktok @goodnewsfromindondsia, Roesdi pada saat itu tidak memiliki keinginan menggantikan sang ayah menjadi lurah sehingga ia memilih untuk berwirausaha ke Malang dan Mojokerto, Jawa Timur sejak usianya masih 19 tahun.

Akan tetapi, awal usahanya tidak berjalan mulus, dia kemudian kembali ke Kudus dan bekerja sebagai pedagang kerbau dan minyak kelapa. Karena kembali gagal, dia menjadi kusir dokar sembari menjual tembakau.

Pada 1894, Nitisemito bertemu dengan Nasilah, seorang perempuan pembuat rokok klobot yang kelak jadi istrinya. Pertemuan dengan wanita cantik ini membuat tercetusnya sebuah ide untuk menjual rokok buatan sendiri yang bahan rajangan tembakau, cengkeh, dan dibungkus dengan daun jagung.

Nitisemito lalu menjajakan rokok produksinya ke warung-warung. Awalnya Nitisemito memberikan merek rokoknya dengan nama seadanya seperti Tjap Kodok Mangan Ulo (Kodok Makan Ular) hingga Tjap Djeroek.

Lalu pada 1905, Nitisemito memberikan logo bulatan tiga tanpa nama. Hingga akhirnya dirinya memilih nama Tjap Bal Tiga. Dirinya kemudian mendirikan pabrik bernama Kretek Cigaretten Fabriek M Nitisemito Koedoes.

Nitisemito memasarkan produk rokoknya dengan cara memasang iklan di surat kabar hingga grup sandiwara. Bahkan, Nitisemito pernah menyewa pesawat Fokker seharga 150-200 gulden untuk mempromosikan dagangannya ke Bandung dan Jakarta.

Seiring berjalannya waktu, usaha rokok Nitisemito terus berkembang. Bahkan usahanya itu tidak hanya berjalan di Kudus namun juga ke penjuru Hindia Belanda. Antara 1930-1934., produksi kretek Tiga Bal mencapai 2-3 juta batang per hari.

Lonjakan produksi rokok Nitisemito ini terjadi pada 1938. Saat itu pabrik Nitisemito mampu membuat 10 juta batang per hari dengan buruh sekitar 10.000 orang. Akibat usahanya yang kian berkembang dan sukses membuat nama Nitisemito menjadi terkenal. Bahkan saking terkenalnya nama Nitisemito pernah disinggung oleh Bung Karno dalam pidatonya. Begini bunyi pidatonya ;

Baca Juga : Peristiwa Bersejarah 1 September 78 Tahun Lalu, Keraton Surakarta Bergabung dengan Pemerintah RI dan Jadi Daerah Istimewa

“Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua…bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia. Semua buat semua,” kata Bung Karno.

Sebenarnya, Nitisemito telah menyiapkan seorang pegawai berbakatnya yang bernama M Karmani. Pegawainya ini bahkan direncanakan oleh Nitisemito untuk menikah dengan putri keduanya.

Namun hal inilah yang membuat konflik internal keluarga. Pasalnya ada fitnah yang dilontarkan dari dalam sehingga Karmani diajukan ke pengadilan dengan tuduhan penggelapan pajak.

Tuduhan itu tak terbukti dan Karmani dibebaskan. Namun peristiwa itu menyebabkan Karmani sakit dan meninggal dunia. Karena itulah calon penerus Bola Tiga hilang, padahal Nitisemito sudah setengah mundur.

Lalu setelah Jepang masuk dan menjajah Hindia Belanda, pabrik milik Nitisemito disita. Pada 1944-1945, pemerintah penduduk Jepang menyuruh Nitisemito membuka kembali pabriknya. Namun hal itu tidak bertahan lama, pabrik milik Nitisemito kembali tutup.

Lalu pada 1953, Nitisemito meninggal dunia dan mewariskan pabriknya kepada anak-anaknya. Namun sejak 1962 setelah kepergian ayahnya itu, putra-putranya yang mencoba menghidupkan kembali pabrik ayahnya itu namun tak pernah berhasil hingga saat ini. Pabrik yang pernah meroket pada masanya itu terpaksa harus tutup secara permanen.


Topik

Serba Serbi sejarah kretek nitisemito pidato bung karno kretek tjap bal tiga


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana