Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Buntut Anies Gandeng Cak Imin Jadi Cawapres, Hillary Sebut Demokrat Takkan Dukung Pengkhianat Koalisi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Sep - 2023, 16:02

Placeholder
Unggahan Hillary Lasut. (Foto screenshot)

JATIMTIMES - Viral di media sosial Instagram sebuah keputusan politik mengenai Anies Baswedan yang menggandeng Cak Imin Sebagai Cawapresnya. 

Salah satu anggota DPR RI Hillary Lasut membagikan sebuah postingan yang berhubungan dengan keputusan itu. 

Baca Juga : PBB Konsisten Dukung Prabowo Saat Beredarnya Isu Duet Anies-Cak Imin

Melalui akun Instagram pribadinya @hillarybrigitta, Hillary Lasut menyebut Demokrat tidak akan mendukung pengkhianat koalisi.

Adapun unggahan Hillary Lasut itu imbas dari dipilihnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden (Cawapres) Anies Baswedan.

Bahkan Hillary Lasut menyebut secara resmi Demokrat juga telah menurunkan semua baliho dukungan kepada Anies Baswedan.

"Untuk yang bilang ini hanya Isu/ hoax, terlampir rilis resmi partai demokrat. Menurut rilis, Demokrat tidak akan mendukung pengkhianat koalisi Secara resmi demokrat menurunkan semua baliho dukungan kepada Anies Baswedan," tulis Hillary Lasut, dikutip Jumat, (1/9/2023).

Dalam postingan itu, Hillary juga melampirkan gambar screenshoot Pernyataan Pers Sekjen Demokrat.

Postingan Hillary Lasut itu pun langsung diserbu netizen. Beragam komentar pun terlihat memenuhi unggahan anggota DPR RI itu.

Diantara banyaknya komentar itu, terdapat beberapa dari netizen yang merasa kasihan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pasalnya AHY sebelumnya disebut-sebut pasangan dari Anies.

"kasihan yah AHY dianggap bocil," tulis @deny***.

"Sebenarnya itu salah Demokrat jg yg sgitunya ngejilat jadi cawapres anies, padahal kl mau realistis wajar kl endingnya Demokrat bakal di-phpin mengingat ahy mmg blm layak dan bagi nasdem justru berpotensi bikin anies kalah meskipun keputusan sp memilih cak imin sebenarnya lebih diluar nurul lg. this is politics," tulis @muhammad***.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Tim 8 Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) Sudirman Said mengatakan nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi satu-satunya kandidat calon wakil presiden (cawapres) pendamping calon presiden (capres) KPP Anies Baswedan.

Nama tersebut bahkan sudah diusulkan setelah Anies melakukan pembahasan dan mengaji semua nama yang diusulkan melalui proses penjajakan sampai eliminasi.

"Sampai pada kenyataannya bahwa nama yang tersedia dan bersedia adalah Agus Harimurti Yudhoyono. Hal ini disampaikan kepada semua pimpinan partai dalam koalisi di bulan Juni 2023," kata Sudirman dalam keterangan tertulis, Kamis (31/8/2023).

Sudirman mengatakan, penyampaian Anies ke tiga pimpinan partai koalisi tersebut dilakukan karena Anies menilai yang memiliki kewenangan untuk menetapkan dan mendaftarkan pasangan capres-cawapres adalah para pimpinan partai.

"Bukan capres," ucap Sudirman.

Baca Juga : Tak Kunjung Capai Target Retribusi, Parkir di Kota Batu Bakal Dikelola Pihak Ketiga

Namun, pilihan Anies tersebut mendapat respons beragam dari pimpinan partai koalisi. Ada yang santer meminta agar segera ditetapkan seperti yang sering digaungkan Partai Demokrat.

Ada juga yang meminta untuk menunggu sembari mencari nama lain yang mungkin muncul di tengah jalan seperti Partai Nasdem.

"Perbedaan pandangan antar partai ini belum menemukan titik temu. Karena belum terjadi kesepakatan, maka proses penentuan calon wakil presiden tidak bisa diputuskan," kata Sudirman.

Sebelumnya terjadi kegaduhan di KPP dikabarkan setelah Anies menyambangi Ibunda Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan ziarah ke makam Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Gelagat Anies yang tiba-tiba dekat dengan Cak Imin itu dibongkar Partai Demokrat yang mengusungnya sebagai bacapres.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menganggap Anies Baswedan telah melakukan pengkhianatan politik.

Sebab, Anies menyetujui keputusan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang memasangkannya dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres).

"Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar,” papar Riefky dalam keterangannya, Kamis, (31/8/2023) kemarin.

“Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh,” ujar dia.


Topik

Peristiwa Anies Baswedan capres bawaslu cawapres pilpres hillary lasut partai demokrat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni