Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Heboh Indomie Disebut Hasil Kudeta dari Djajadi Djaja, Mie Gaga Angkat Bicara 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

31 - Aug - 2023, 19:10

Animasi viral yang menarasikan Indomie adalah produk hasil kudeta. (Foto: Instagram)
Animasi viral yang menarasikan Indomie adalah produk hasil kudeta. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kabar Indomie yang disebut hasil kudeta dari perusahaan milik Djajadi Djaja. Menanggapi viralnya kabar tersebut, pemilik Mie Gaga, Djajadi Djaja pun angkat bicara. 

Melalui keterangan tertulis yang diunggah di akun Instagram @gagamieinstant, Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membuat, meminta, atau menjadi narasumber atas informasi tersebut.

Baca Juga : Eks Peneliti BRIN Dituntut Penjara 1 Tahun 6 Bulan di Kasus Ujaran Kebencian

"Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama tidak pernah membuat, menyuruh membuat, menyebarkan, atau menjadi narasumber ataupun dimintai keterangan oleh pihak-pihak yang telah membuat pemberitaan dan konten di media online dan media sosial tersebut," tulis keterangan resmi Mie Gaga, dikutip Kamis (31/8/2023).

Lebih lanjut Djajadi mengaku tak ingin memberi tanggapan apapun soal informasi yang beredar viral tersebut. Djajadi juga tidak bertanggung terhadao isi pemberitaan dalam konten-konten yang viral tersebut. 

"Kami tidak bertanggung jawab terhadap isi atau pemberitaan dalam konten tersebut, dan meminta agar siapapun pihak-pihak yang membuat berita-berita dan konten-konten, serta impersonasi/memparodikan diri saya, baik dengan memiripkan atau dengan teknologi Al tersebut untuk segera menghapusnya karena dibuat dengan melibatkan nama Bpk. Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama tanpa seijin ataupun mendapatkan konfirmasi dari Bpk. Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama," jelas keterangan resmi yang disampaikan @gagamieinstant. 

Djajadi dan PT Jakarana Tama juga menegaskan dapat mengajukan tuntutan hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut.

"Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama mencadangkan hak-hak hukum yang dimilikinya untuk melakukan upaya hukum yang tersedia menurut hukum Republik Indonesia terhadap pihak-pihak yang membuat berita dan konten tersebut untuk melindungi setiap kepentingan hukumnya," pungkas keterangan resmi dari perusahaan Mie Gaga tersebut.

Rilis resmi dari Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama, sebagai perusahaan Mie Gaga. (Foto: Instagram)

Rilis resmi dari Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama, sebagai perusahaan Mie Gaga. (Foto: Instagram)

Diberitakan sebelumnya, Perusahaan brand Indomie (Indofood CBP Sukses Makmur / ICBP) awalnya merupakan produsen untuk tepung terigu merk bogasari. Mereka memulai produksi tepung ini sejak tahun 1960an, yang kemudian melahirkan mie instant bernama Sarimi.

Produk sarimi ini lahir berkat kebolehan Salim Group dalam membaca krisis supply beras. Pada saat itu Indonesia memang mengalami krisis sehingga harus menganggarkan uang US$600 juta untuk impor beras.Tapi ternyata ujungnya malah blunder. Ternyata di tahun 1984, pemerintah Indonesia berhasil menerapkan program swasembada beras. Padahal, Bogasari sudah terlanjur teken kontrak jangka panjang untuk pembelian gandum.

Blunder dengan keputusannya, akhirnya Bogasari mengintensifkan produknya jadi mie instant, supaya bisa bertahan jangka panjang.

Tapi masalah lain muncul, ternyata kapasitas Sarimi tidak cukup buat memproduksi semua supply yang dimiliki Bogasari.

"Udah gitu mungkin, pangsa pasarnya belum sebesar Indomie dan Supermi yang udah lebih dulu memproduksi mie instant dan udah punya pasar di Indonesia," jelas akun Twitter @WarungKopiKita atau Txt dari keuangan. 

Nah karena Bogasari bingung, akhirnya Salim Group menghubungi Indomie untuk kerjasama. "Emang sih, sebelumnya Indomie udah kerjasama sama bogasari. Tapi ga banyak gitu skalanya, makanya Salim group nawarin buat jadi supplier tetap dengan skala yang lebih besar," ungkap akun tersebut. 

"Tapi... Ditolak (oleh Indomie) hehe," imbuh keterangnnya. 

Baca Juga : Viral Guru SD Ajarkan Muridnya Menghafal Bahasa Arab Lewat Lagu Candy NCT Dream

Kesal karena ditolak oleh Indomie, akhirnya Salim group mendekati kompetitornya, Supermi, untuk kerjasama. Salim group akhirnya habis-habisan di Supermi.

Bahkan, disebutkan oleh akun tersebut, Salim Group memasang iklan secara agresif. Termasuk merilis produk pada harga yang lebih murah dari Indomie, dan dalam setahun meraih 40% pangsa pasar.

"Ngerasa keputusannya salah, Djajadi Djaja (Pemilik Indomie sebelumnya) itu mikir-mikir ulang sama keputusannya. Dan pada akhirnya, Djajadi Djaja mutusin buat kerjasama dengan Salim Group," terang akun tersebut. 

Dua tahun kerjasama, Djajadi Djaja bersama Salim Group ini adalah duo kombinasi yang keren banget. Langsung bisa menguasai pangsa pasar mie instant. Bahkan membuat Supermie yang rajanya mie instant pada saat itu, akhirnya juga nyerah, dan menjual brandnya ke Indomie.

"Tapi ironisnya, Djajadi djaja pemilik asli Indomie ini juga kian menepi. Pelan tapi pasti, porsi saham mereka di Indofood Interna mengecil. Puncak dari tersisihnya Djajadi terjadi pada 1992, ketika Grup Salim selaku pengendali merek memutuskan untuk mengganti distributor," kata akun tersebut. 

Tepatnya dari distributor Wicaksana Overseas International milik Djajadi menjadi Indomarco milik Salim Group sendiri. 

Djajadi sebenarnya sempat beberapa kali merasa dicurangi. Dalam sebuah wawancara dengan Bussiness Week, Salim Group mampu memperbesar kepemilikannya karena bisnis kongsi itu terus menarik pinjaman yang pelunasannya tak mampu diimbangi Djajadi.

"Berikut ini dikutip sedikit hasil wawancaranya : 'Mereka [kubu Djajadi] memiliki kesulitannya sendiri dan akhirnya kami memiliki saham mayoritas. Mereka mengirim lima-enam orang dalam kerja sama ini tapi tidak bisa membaur, bolanya berantakan, jadi kami mengambil puing-puingnya' ujar Anthoni," cuit akun tersebut mengutip hasil wawancara. 

“Mereka meminjam, dan meminjam, dan meminjam, dan pop! Terjadi masalah untuk perusahaan, lalu mereka berkata ‘aku akan mengatasinya’ [dengan menginjeksi modal dan memperbesar porsi kepemilikan]," imbuh cuitan akun tersebut. 

Setelah Orde Baru tumbang, Djajadi juga sempat beberapa kali mengajukan gugatan terhadap Salim Group karena merasa dicurangi. Namun, mereka tak pernah keluar sebagai pemenang. 

Indofood Interna kemudian direstrukturisasi besar-besaran oleh Salim Group. Dan sekarang ICBP punya berbagai macam mie instant yg terkenal, seperti Indomie, Sarimi, dan Supermi.


Topik

Ekonomi Djajadi Djaja indmie mie gaga indofood


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni