CJH Kabupaten Malang Bertambah, Risti pun Meningkat

MALANGTIMES - Antusiasme warga Kabupaten Malang untuk menunaikan ibadah haji setiap tahun mengalami peningkatan. Namun, tingginya animo tersebut kerap tersandung adanya kuota yang diberikan kepada calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Malang. 

Keterbatasan kuota CJH tidak membuat surut niat warga Kabupaten Malang menunaikan rukun Islam yang kelima itu. Niat untuk mengunjungi rumah Allah tersebut  terkabul tahun ini dengan adanya kenaikan kuota CJH bagi Kabupaten Malang. 

Tercatat, jumlah CJH Kabupaten Malang yang akan diberangkatkan ke tanah suci tahun ini mencapai 1.825 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan kuota daripada tahun lalu. Pada 2017 CJH yang diberangkatkan hanya 1.421 orang. Artinya,  ada peningkatan kuota CJH Kabupaten Malang sebanyak 404 orang. 

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Imron. Dia mengatakan, jumlah CJH Kabupaten Malang di 2018 ini memang ada peningkatan. 

"Ada peningkatan alhamdulillah. CJH tersebut nantinya akan diberangkatkan dalam lima kloter sejumlah 1.825 orang," kata Imron,  Jumat (20/7/2018). 

Pemberangkatan CJH Kabupaten Malang akan dimulai 22 Juli 2018 sore atau Senin depan  untuk kloter 20. Titik pemberangkatannya di Lawang, dengan jumlah CJH sebanyak 445 orang.  

Imron melanjutkan,  hari kedua Selasa (23/7/2018) pagi sampai siang hari dilanjut dengan kloter 21 dan 22 dengan titik pemberangkatan di lapangan luar Stadion Kanjuruhan,  Kepanjen. "Total hari itu sebanyak 890 CJH yang akan diberangkatkan secara langsung oleh Bapak Bupati Malang (Rendra Kresna)," ujarnya. 

Pemberangkatan untuk kloter 23 dari Lawang dilakukan pada hari yang sama. "Tapi sore harinya. Sedangkan kloter ke 34 sejumlah 45 CJH  diberangkatkan 27 Juli dari kantor Kemenag Kabupaten Malang pukul 05.00 WIB," lanjut Imron.

Disinggung berbagai persiapan pemberangkatan CJH,  Kemenag Kabupaten Malang menyatakan kesiapannya telah mencapai 99 persen. Baik untuk mengamankan lalu lintas yang akan dijadikan rute pemberangkatan sampai pada kesehatan CJH. 

Koordinasi intensif juga terus dilakukan oleh Kemenag Kabupaten Malang dengan Dinas Perhubungan,  Dinas Kesehatan,  kepolisian serta elemen pendukung lainnya. "Insya Allah sudah siap semua persiapan pemberangkatannya," ujar Imron. 

Peningkatan jumlah CJH Kabupaten Malang tahun ini berbanding terbalik dengan kondisi kesehatan para tamu Allah itu. Menurit Imron, tahun ini jumlah risiko tinggi (risti) dari CJH lebih tinggi persentasenya dibandingkan tahun lalu. 

Tercatat,  ada sekitar 40 persen CJH yang memiliki risti. Kondisi ini yang membuat Kemenag Kabupaten Malang terus mengintensifkan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan sejak dua tahun lalu sebelum keberangkatan. Misalnya pembinaan senam kebugaran, penyuluhan konseling, pemanfaatan pos pembinaan terpadu, hingga manasik kesehatan. (*)

Top