Kebakaran di salah satu toko perangkat elektronik di Pasar Besar Kota Malang, dini hari ini (20/7/2018). (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)

Kebakaran di salah satu toko perangkat elektronik di Pasar Besar Kota Malang, dini hari ini (20/7/2018). (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pasar Besar Kota Malang membutuhkan renovasi besar-besaran. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi beberapa kali kebakaran, baik skala kecil maupun skala besar.

Namun, tampaknya belum ada angin segar soal pembangunan tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih menunggu kejelasan dari rekanan soal pembangunan. Karena masih terikat perjanjian kerja sama, pemkot tidak bisa melakukan penganggaran untuk renovasi maupun revitalisasi salah satu pasar utama di Kota Malang itu.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang Wahyu Setianto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendapat laporan soal kebakaran yang terjadi pagi tadi (20/7/2018). Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan kembali mendesak rekanan untuk melakukan pembangunan.

"Kami akan menyegerakan lagi ke pihak Matahari (soal pembangunan) karena Pasar Besar masih terikat perjanjian pengelolaan dengan pihak Matahari sampai 2034," ujar Wahyu saat dikonfirmasi MalangTIMES. Seperti diketahui, pembangunan Pasar Besar dilakukan Matahari Department Store Tbk pada 1991 silam. 

Dalam pembangunan itu sekaligus diteken kerja sama dengan sistem BOT (build operation transfer). Perjanjian tersebut sebenarnya sudah habis per 2004 lalu. Tetapi diperpanjang hingga 30 tahun. Hal tersebut membuat Matahari memiliki hak pengelolaan sekaligus tanggung jawab terhadap bangunan Pasar Besar.

Wahyu menjelaskan, saat ini pihaknya hanya dapat melakukan tindakan-tindakan kecil yang bersifat perawatan. "Sementara untuk kenyamanan pedagang, sarana prasarana Pasar Besar hanya memperoleh perbaikan-perbaikan yang sifatnya bukan fisik," terangnya.

"Juga kami selalu menekankan kepada pedagang agar sebelum menutup dagangannya, mengecek kembali kompor-kompor dan listrik yang sudah selesai dipakai," tambahnya. Pencegahan-pencegahan tersebut menjadi hal yang bisa dilakukan sembari menunggu kejelasan pembangunan.

Pihak Disdag Kota Malang, lanjut Wahyu, juga terus berkomunikasi dengan penyedia layanan listik, yakni PLN. Pasalnya, hasil evaluasi yang dilakukan sebelumnya, ada tanda-tanda kabel yang aus dan menua yang berpotensi menyebabkan korsleting. "Tadi pagi jam 04.00 PLN langsung ke TKP. Hasilnya masih kami tunggu," ujarnya.

Pemkot Malang pun mengharapkan kejelasan soal pembangunan Pasar Besar. Mengingat bangunan tersebut menjadi pusat perdagangan sekaligus tempat mencari nafkah ribuan warga Malang. "Memang idealnya Pasar Besar direvitalisasi, ya dibangun baru lagi," pungkasnya. 

Untuk diketahui, Pasar Besar telah mengalami beberapa kejadian kebakaran besar. Di antaranya pada 2003, 2014, dan 2016 lalu. Sementara kebakaran kecil juga sempat terjadi, misalnya pada Oktober 2017 dan pagi tadi yang menyebabkan satu toko ludes. (*)

End of content

No more pages to load