Layanan mengurus izin di DPMPTSP Kota Malang. (Pipit Anggraeni)
Layanan mengurus izin di DPMPTSP Kota Malang. (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Investasi properti di Kota Malang terus mengalami peningkatan. Dibandingkan tahun sebelumnya, grafik penanaman modal di bidang properti tahun ini menunjukkan geliat yang positif.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang Wulan Ragas Prasiani Iriana menyampaikan, investasi properti mengalami peningkatan dibandingkan empat sektor lain. Selama ini, promosi investasi lima sektor itu terus digenjot hingga ke beberapa daerah. "Kami rutin promosi ke banyak daerah sehingga investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Kota Malang," ujarnya kepada MalangTIMES.

Menurut Wulan, promosi dilakukan setiap tahun dengan menyasar daerah yang punya potensi. Hasilnya, banyak pengembang yang masuk dan akhirnya tertarik untuk berinvestasi. 

"Jadi, kan kita ada lima sektor. Yaitu properti, jasa, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata. Dan yang menempati posisi pertama saat ini adalah di bidang properti," paparnya.

Selain properti, Wulan menegaskan bahwa Kota Malang memiliki banyak potensi dalam berbagai bidang untuk menarik minat investor. Salah satunya dalam bidang ekonomi kreatif yang meliputi game dan aplikasi. Begitu pula sektor kuliner. Ekonomi kreatif yang telah dikembangkan sebelumnya telah mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Sementara, media promosi investasi yang telah disiapkan antara lain adalah peta investasi dan peluang investasi daerah. Peta investasi tersebut akan memberi petunjuk khusus untuk mempermudah calon investor saat hendak menanamkan modalnya di Kota Malang 

"Di samping itu, kami adakan sosialisasi tentang aturan dan regulasi perizinan kepada masyarakat, pelaku usaha, dan RT/RW. Sehingga masyarakat lebih memahami peraturan tentang perizinan," ungkap Wulan.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menyampaikan, Kota Malang belum lama ini masuk dalam kategori daerah dengan potensi investasi dan pembangunan infrastruktur yang potensial. Penilaian dilakukan tim Indonesia Attractiveness Index (IA) yang melibatkan beberapa komponen, termasuk ekonom dan praktisi usaha. "Jadi, Kota Malang masuk dalam empat daerah di Jawa Timur yang berpotensi dalam bidang investasi dan infrastruktur," ujarnya kepada MalangTIMES.

Karena Kota Malang dinilai sebagai kota metropolis yang mampu mengalami pertumbuhan ekonomi pada interval lima hingga enam persen dan inflasi pada angka tiga persen, investasi yang berkembang pun lebih banyak pada sektor jasa, perdagangan, serta paling banyak adalah bidang properti. "Iklim usaha dan investasi di Kota Malang bergerak baik karena juga ditopang oleh kondusivitas daerah, tingginya partisipasi masyarakat,  dukungan regulasi, keberadaan kelembagaan, tenaga kerja (keberadaan perguruan tinggi yang memberi warna skill tenaga kerja Kota Malang), dan ekonomi daerah," ungkap Wasto. (*)