Wasis Sarjono, ketua Instalasi Unggas BBPP Kota Batu, menunjukkan telur omega-3  di instalasi ayam petelur BBPP Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wasis Sarjono, ketua Instalasi Unggas BBPP Kota Batu, menunjukkan telur omega-3 di instalasi ayam petelur BBPP Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

 Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada Wasis Sarjono, Ketua Instalasi Unggas Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. Itu karena telur omega-3 produksi BBPP Kota Batu mememiliki khasiat yang cukup tinggi.

Manfaat jika mengonsumsi telur ini adalah bebas salmonela, bebas antibiotik, kandungan kolesterolnya rendah, meningkatkan kecerdasan otak pada anak dan balita. Khasiat lainnya, mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan arthiritis, menjaga kesehatan tubuh dan kulit. Juga sebagai antioksidan dan mencegah stres.

“Temuan telur omega-3 seperti ini ide yang cemerlang. Saya memberikan apresiasi ini kepada beliau. Hal-hal seperti ini harus terus dikembangakan untuk masyarakat,” ujar Amran.

“Sudah rendah kolesterol, yang terpeningi manfaat antioksidan ini yang mampu mencegah stres. Penting ini dimakan orang seperti saya dan para pemimpina daerah,” candanya saat berada di Kebun Percobaan (KP) Punten.

Bahkan saat mengunjungi BBPP Kota Batu, Amran langsung memborong tiga boks telur omega-3 untuk dikonsumsi sendiri. Selain memberikan apresiasi, Wasis juga mendapat sebuah hadiah jabatan. Dia langsung diminta untuk segera dilantik.

“Saya minta minggu ini segera dilantik. Orang seperti itu (Wasis) sudah tidak perlu lagi dites karena dia sudah memberikan sesuatu yang nyata,” ujar pria kelahiran Sulawesi itu.

Saat didatangi BatuTIMES, Wasis menjelaskan jika temuan itu dibuatnya pada tahun 2016 silam. Omega-3 itu berasal dari fresh oil yang bisa dihasilkan dari nabati atau ikan laut seperti yang digunakannya dari salmon. “Yang dari 7 persen ikan itu dicampurkan dengan pakan ternak,” terangnya.

Kemudian omega-3 digabungkan dari sumber protein dan karbohidrat yang terdiri dari dedak, jagung giling,dan mineral. “Pencampuran untuk pakan homogenitas di atas 80 persen. Pencampuran homogen di atas 80 persen karena akan memengaruhi kebutuhan ayam,” jelas bapak yang dikaruniani tiga orang anak ini, Kamis (19/7/2018).

Ia menambahkan bahwa pencampuran yang tidak merata akan memengaruhi kualitas telur hingga produksinya. “Dan tidak baik produksi masa tinggi. Bisa berhenti produksinya juga. Hal ini juga sering dialami peternak. Karena itu. harus tahu porsinya,” jelasnya.

Yang membedakan telur ini dengan yang lainnya yakni pada kuning telur. Warna kuning telur omega-3 lebih pekat dibandingkan telur biasa.

Dari segi harga, mulanya pada bulan Mei lalu, telur ini dijual per butirnya Rp 1.850. Namun saat ini dijual dengan harga Rp 2.250 per butir. Setiap harinya dari 1.000 ekor ayam, bisa meproduksi 800-900 telur omega-3.

“Setelah melihat harga di luar ternyata jauh lebih tinggi, kami naikkan tetapi tidak setinggi yang di luar. Dan Inginnya juga telur ini bisa booming di Kota Batu. Namun memang sebagian masyarakat yang mampir ke sini biasanya juga beli,” ujar pria asal Solo ini kepada BatuTIMES.

Selain itu, saat ini telur omega-3 telah dipasarkan di BBPP Lawang, Apotek Sehat Kota Batu, Apotek Batu Sehat, Purworejo Jawa Tengah, dan Ngawi Jawa Timur.

Menurut Wasis, selama dua tahun ini, hal utama adalah tantangan pasar. Karena itu, harapannya, ada program kerja sama dengen Kementrian Pertanian agar telur omega-3 bisa dikonsumsi masyarata luas. “Kalau bisa wajib dikonsumsi siswa PSUD, SD, tentunya untuk mendukung kesehatan anak-anak,” harapnya. (*)