MALANGTIMES – Pada Senin (23/7/2018) Pedagang kaki Lima (PKL) atau Pelaku Niaga Sipil (PNS) Kota Batu bakal menempati area Food Court Alun-Alun Kota Batu. Hingga saat ini pihak Pemkot Batu terus ngebut memetakan agar Food Court itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Namun jika terpaksa food court itu tidak bisa menampung seluruhnya yang terdaftar dalam PNS, alternatifnya halaman GOR Ganesha bakal dimanfaatkan juga untuk berjualan para PNS.

“Kita berupaya supaya PNS ini semua tertampung di food court. Tetapi jika memang tidak seluruhnya tertampung alternatif kita tempatkan di halaman GOR Ganesha,” ungkap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Meskipun jika alternatif ini harus dilakukan lanjut Dewanti, tentunya tidak akan menghilangkan fungsi utama sebagai ruang untuk tempat olahraga. Karena itu, pendataan terus dilakukan oleh PNS.

“Hingga saat ini pendataan terus dilakukan. Namun memang yang diutamakan adalah mereka yang ber-KTP Kota Batu,” ujarnya, Kamis (19/7/2018).

Sebelumnya rencana awal lantai satu untuk para PNS berjualan aksesoris. Lalu lantai dua untuk food and baverage, dan juga diengkapi dengan fasilitas meja dan kursi untuk bersantai para wisatawan.

Hal ini dilakukan untuk memperindah Alun-Alun Kota Batu yang setiap harinya menjadi jujukan wisatawan dari berbagai daerah. Sekaligus agar Alun-Alun Kota Batu tertata rapi dan lahan pejalan kaki tidak terganggu.

Untuk memastikan PNS tidak ada lagi yang berjualan di are trotoar Alun-Alun Kota Batu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan dinas terkait yang terlibat terus melakukan peninjauan di area tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengapresiasi kepada PKL Kota Batu yang telah menjalankan komitmennya untuk tidak berjualan hingga penataan selesai. 

“Pemkot Batu memberikan apresiasi kepada PKL, karena tidak berjualan dulu dan bisa diajak bekerjasama. Saat ini kita terus berunding agar mereka bisa cepat jualan atau difungsikan tempatnya,” ujar Punjul.