Salah satu atlet saat landing dalam PGAWC 2018 seri ke-3 di lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu atlet saat landing dalam PGAWC 2018 seri ke-3 di lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 ke-3 sukses digelar di Kota Batu. Kota Wisata ini memang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk event bertaraf Internasional ini.

Suksesnya gelaran ini menuntut Pemkot Batu harus maksimalkan wana wisata adu adrenalin tersebut. 

Wana wisata Paralayang yang terletak di Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu selama ini memang menjadi destinasi unggulan Kota Batu.

Wana wisata ini juga menjadi jujukan para atlet dari berbagai daerah bahkan negara luar negeri sebagai tempat latihan. 

Terlebih saat adanya perlombaan, para atlet berbondong-bondong ke wana wisata ini. Sebab wana wisata ini memiliki take off dan landing yang mudah dijangkau. 

Karena itu, Pemkot Batu terus berupaya agar wisatawan yang ingin berolahraga paragliding di Jawa Timur pasti akan memilih Kota Batu.

“Nantinya itu kan kalau mau cari tempat olahraga paragliding di Jatim orang sudah tahu, oh di Kota Batu lebih bagus,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Drs Imam Suryono.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu segala sarana dan prasarana bakal dibenahi oleh Dinas Pariwisata Kota Batu.

Terlebih saat ini memang kondisi sarana dan prasana di area wana wisata Paralayang itu belum maksimal.

“Ya untuk menunjang wana wisata ini kami ingin sarana dan prasarana ditunjang dengan maksimal. Terutama pada fasilitas kamar mandinya,” ungkapnya.

Memang saat berlangsungnya PGAWC lalu kondisi toilet di take off, gunung banyak dan landing lapangan Songgomaruto terlihat tidak maksimal.

Seperti di take off, tepat berada di area belakang terlihat ada empat kamar mandi. Namun terdapat berapa gayung yang rusak.

Kemudian di area kamar mandi lapangan Songgomaruto meski di sana masih terlihat baru, tetapi air yang mengalir sangat sedikit. Lalu di area landing juga perlu adanya saranya musala untuk tempat ibadah. 

Jika di lihat memang di sana masih belum ada musala.

“Karena itu kami akan upayakan untuk menbenahi sarana prasarananya, ya kami maksimalkan hingga layak “ tutup pria yang juga staf ahli Pemkot Batu ini.