Tahun Ajaran Baru 2018, Sekolah Wajib Terapkan Kurikulum 2013

Jul 18, 2018 11:51
Ilustrasi belajar mengajar di sekolah dasar. Tahun 2018 Disdik Kabupaten Malang akan mewajibkan penerapan K-13 di seluruh sekolahan (Ist)
Ilustrasi belajar mengajar di sekolah dasar. Tahun 2018 Disdik Kabupaten Malang akan mewajibkan penerapan K-13 di seluruh sekolahan (Ist)

MALANGTIMES - Tahun ajaran baru 2018 telah mulai berjalan. Di tahun ini pula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mengeluarkan kebijakan dalam penerapan kurikulum yang wajib dilaksanakan oleh seluruh sekolah. 

Baca Juga : Alumni Benarkan Adanya Desas-desus Pergantian WR III UMM

Penerapan kurikulum pendidikan yang diwajibkan tersebut adalah kurikulum 2013 atau lebih dikenal K-13. Kurikulum ini sempat berlaku beberapa tahun lalu, tapi dalam tataran praktisnya di lapangan masih terkendala dengan masih dipergunakannya KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

Kondisi ini secara langsung melahirkan persoalan terkait penerapan kurikulum yang berbeda di jenjang pendidikan yang sama. Ujungnya,  adalah persoalan dalam kesiapan sekolah saat berlangsung ujian nasional (UN) yang tidak sesuai dengan kurikulum yang diterapkan kepada muridnya. 

Hal inilah yang akhirnya membuat Disdik Kabupaten Malang menyatakan,  seluruh sekolah di wilayahnya wajib memakai kurikulum seragam di tahun ini, yaitu K-13.

"Siap tidak siap seluruh sekolah wajib menerapkan K-13 di tahun ajaran baru 2018 ini. Kita telah mencanangkannya dan kebijakan ini wajib dilaksanakan," kata M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang,  Rabu (18/7/2018) kepada MalangTIMES. 

Pencanangan penerapan K-13 tersebut,  tidak berarti berbagai buku pelajaran yang memakai KTSP di sekolahan tidak bermanfaat atau dipergunakan lagi. 

Pria yang kerap disapa Dayat ini menyampaikan bahwa, secara prinsip antara KTSP dan K-13 tidak ada singgung yang berarti. Tetapi,  ada beberapa hal yang memang wajib diselaraskan dan jadi pedoman bagi sekolah dalam proses belajar mengajar. Dalam upaya menyamakan pemakaian kurikulum serta mengurangi persoalan dalam penyelenggaraan UN. 

Kadisdik Kabupaten Malang M Hidayat menyampaikan siap tidak siap K-13 sudah wajib diterapkan di tahun 2018 (Nana)

Tentunya,  lanjut Dayat, kewajiban pemakaian K-13 tidak secara langsung diterapkan oleh sekolahan.  "Ada bimbingan teknis (bimtek)  dan pelatihan bagi seluruh guru dalam penerapan K-13 ini. Hari ini,  misalnya, saya baru buka acara tersebut di wilayah Turen," ungkapnya. 

Baca Juga : Penunjukan Wakil Rektor III UMM Timbulkan Polemik, Rektor Minta Anulir SK PP Muhammadiyah

Bimtek penerapan K-13 yang akan digelar di seluruh korwil akan dilakukan secara mandiri oleh berbagai lembaga pendidikan yang ada. Atau dilakukan dengan memakai anggaran daerah yang ada. 

Disinggung ada tidaknya kendala dalam  penerapan K-13 di seluruh sekolah,  Dayat menegaskan,  sebenarnya tidak ada kendala di lapangan. Apabila guru memiliki kepiawaian dan inovasi saat proses mengajar ke muridnya. 

"Kalau pun ada kendala dalam pengadaan buku K-13, maka sekolah bisa menggunakan BOS (bantuan operasional sekolah). Sedangkan untuk buku yang masih KTSP juga bisa digunakan sebagai buku pendamping," ujarnya. 

Penerapan K-13 di berbagai sekolah,  sebenarnya telah disampaikan sejak akhir tahun 2017 lalu. Melalui Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud. Disampaikan bahwa pada tahun 2018 seluruh sekolah sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. 

Topik
Tahun Ajaran BaruSekolahKurikulum 2013Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru