Ketan Ireng Bikin Layanan Kependudukan dan Kesehatan Lebih Mudah

Jul 17, 2018 14:44
Kadispendukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini menyatakan pihaknya terus fokus untuk mengembangkan berbagai inovasi layanan adminduk. (Nana)
Kadispendukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini menyatakan pihaknya terus fokus untuk mengembangkan berbagai inovasi layanan adminduk. (Nana)

MALANGTIMES -Mewujudkan kesadaran masyarakat dalam kepemilikan administrasi kependudukan yang diikuti gerakan hidup sehat bukan persoalan ringan bagi Pemerintah Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Turut Terdampak Covid-19, Pembangunan Rest Area Terminal Madyopuro Ditunda

Asumsi bahwa persoalan kependudukan dan kesehatan terpisah secara lebar kerap menimbulkan persoalan dalam berbagai pencatatan di tingkat pemerintahan. Eksesnya adalah,  data yang tidak valid dalam masyarakat. Khususnya mengenai angka kelahiran maupun kematian yang terjadi. Jangka panjangnya adalah berbagai kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut menjadi tidak berjalan optimal. 

Hal inilah yang ditangkap oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang melalui salah satu program inovasinya berupa Ketan Ireng.  Program Ketan Ireng atau kependudukan dan kesehatan mari bareng merupakan sinergitas Dispendukcapil dengan pihak kesehatan. Dalam upaya memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat dalam kependudukan yang terkait dengan kelahiran dan kematian yang masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia, khususnya kematian ibu melahirkan. 

"Biasanya, adanya kelahiran kerap tidak tercatat dalam kependudukan. Ini tentunya akan berakibat pada kebutuhan anak atas pencatatan kependudukan. Pun saat adanya kematian. Ini yang kita jembatani dengan ketan ireng ini," kata Sri Meicharini, kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang,  Selasa (17/7/2018). 

Rini, sapaan kadispendukcapil, menegaskan, melalui Ketan Ireng yang kini terus dikembangkan lebih matang dan luas di Kabupaten Malang, akan mudah  pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Malang  (khusunya ibu melahirkan atau meninggal dunia ) dalam kepengurusan akta kelahiran dan akta kematian.  "Sekaligus melakukan perubahan KK (kartu keluarga)  saat peristiwa kelahiran atau kematian yang terjadi di puskesmas maupun rumah sakit di daerah domisili," imbuhnya. 

Program Ketan Ireng yang sudah sejak tahun lalu berjalan akan semakin difokuskan melalui kerja sama dengan seluruh puskesmas dan rumah sakit daerah di Kabupaten Malang. "Karena program ini tidak bisa hanya menunggu. Lewat sinergi dengan pusat pelayanan kesehatan yang ada, akan berhasil maksimal. Karena itu pula kita terus memaksimalkan berbagai hal teknis dalam Ketan Ireng," ujar Rini. 

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Dispendukcapil Kabupaten Malang,  seperti diketahui, terus memantapkan berbagai program inovasinya di bidang kependudukan. Tercatat,  ada lima layanan prima yang terus dikembangkan oleh Dispendukcapil Kabupaten Malang. 

Lima program yang salah satunya Ketan Ireng tersebut adalah  jebol anduk, KTP drive thru, kenikmatan dan klinik adminduk. Program tersebut dilengkapi  dengan  beroperasinya bus adminduk keliling yang setiap acara hadir melayani masyarakat. 

Berbagai produk inovasi Dispendukcapil ini pun telah banyak mendapat apresiasi tingkat provinsi maupun nasional beberapa tahun lalu. Sedangkan di tengah masyarakat,  layanan prima yang telah dilakukan Dispendukcapil juga mendapat respons positif. 

Walau begitu, Rini tidak berpuas diri dengan berbagai layanan prima yang telah berjalan di dinas yabg dipimpinnya tersebut. Untuk program Ketan Ireng,  misalnya,  pihaknya akan terus memaksimalkan keterlibatan petugas-petugasan kesehatan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Selain menunggu adanya program terbaru dari pemerintah pusat mengenai pembuatan akta kelahiran berbasis online. "Seluruh inovasi layanan ini akan terus kita tingkatkan untuk mewujudkan masyarakat tertib administrasi, " pungkas Rini. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
DispendukcapilKabupaten Malanglayanan masnyarakat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru