Peluang politisi perempuan dalam Pileg 2019 semakin terbuka (Foto: Pipit Anggraeni/ MalangTIMES)
Peluang politisi perempuan dalam Pileg 2019 semakin terbuka (Foto: Pipit Anggraeni/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peluang politisi perempuan dalam pilihan legislatif (Pileg) 2019 semakin luas. Selain diatur dalam PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) untuk memenuhi kuota sebanyak 30 persen, tak sedikit partai politik yang menilai jika politisi perempuan memiliki potensi besar untuk menarik suara.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Salah satunya disampaikan Ketua DPD Nasdem Kota Malang, Hanan Djalil yang menyebut jika perempuan memiliki kekuatan suara yang besar. Rata-rata kader yang ia usung untuk ikut serta dalam pileg pun memiliki latar belakang dengan jumlah massa yang besar.

"Jadi bukan lagi sebagai pelengkap. Kader perempuan kami basis kekuatannya besar, dan kami letakkan di nomor satu. Mereka siap bersaing dengan kader laki-laki," katanya pada wartawan di sela-sela proses pendaftaran yang dilakukan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Senin (16/7/2018).

Menurut Hanan, ada 13 kader perempuan yang didaftarkan dari total 45 kader yang diusung sebagai caleg. Rata-rata berasal dari kalangan anak muda dengan rentan usia mulai dari 21 tahun.

Selain mengedepankan kader perempuan, Hanan menyebut jika Nasdem juga membuka peluang besar bagi kalangan muda. Sehingga, selain mengusung petahana ia juga mengajukan beberapa nama baru yang dinilai mampu mempersegar pilihan.

"Melihat kader kami, Nasdem optimis mampu merebut kursi sebagai Ketua DPRD Kota Malang," ujarnya.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menambahkan, tahun ini partai yang kental dengan warna kuning itu mengusung lebih banyak politisi perempuan. Total ada 17 politisi perempuan dari kalangan profesional dan pengusaha muda yang didaftarkan.

"Tahun ini kader perempuan kami lebih banyak dibanding lima tahun lalu," paparnya.

Lebih jauh dia menilai jika kader perempuan dan kader muda yang diusung akan mampu memenuhi target nasional Golkar sebesar 20 persen. Dia semakin optimis lantaran kader yang diusung tak hanya dari nama-nama baru melainkan juga para senior yang lebih dulu berkecimpung di dunia politik.

"Kami optimis mampu memenuhi kuota sebesar 20 persen," pungkasnya.