Aksi Taufiq dan Iikal Rifaldi rafting di langit Kota Batu Minggu (15/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Aksi Taufiq dan Iikal Rifaldi rafting di langit Kota Batu Minggu (15/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Perahu karet melayang beterbangan di langit Kota Batu. Hanya saja itu merupakan kreativitas peserta ajang pertandingan kelas International Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 seri ke tiga di Kota Batu.

Aksi ini ditutup dengan kategori yang cukup kocak dan memukau, Minggu (15/7/2018). Perlombaan itu merupakan kategori tambahan yakni Festival Paragliding yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Batu, di Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

Even yang diikuti peserta dari 15 negara yang berlangsung sejak 13-15 Juli 2018. Kategori festival ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan wisatawan. Karena itulah area take off di Gunung Banyak dan Landing Lapangan Songgomaruto dipenuhi oleh ratusan para penonton.

Alasannya karena ingin melihat kreativitas kostum yang digunakan para peserta saat berlomba. Ya kostum-kostum unik digunakan para peserta agar menjadi pemenangnya.

Kostum itu diangkat dengan tema yang beragam. Yakni Kursi Roda Terbang, Mendayung di Langit Awan, Gajah Mandi Bola, Gareng, Black Angel, Supertucano fly, Grandong, hingga Super Women.

Yang cukup menjadi perhatian para penonton yakni aksi mendayung di langit yang dilakukan oleh Taufiq dan Ikal Rifaldi. Mereka terbang dengan membawa perlengkapan layaknya seperti akan melakukan rafting di sungai.

“Tema ini kami ambil melihat sungai sudah mulai berkurang karena air sudah kering. Sekaligus ingin menyadarkan juga akan lingkungan,” kata Taufiq usai landing. 

Beragam aksi ini pun membuat para dewan juri pun kesusahan memberikan penilaian, skor pun terpaut tipis. Ada enam besar akhirnya yang menjadi juara. Antara lain juara I dengan tema mendayung di Langit Awan, juara II tema Jamu Gendong, Juara III temanya Supertucano fly.

Lainnya untuk Juara IV dengan tema goreng, Juara V temanya Grandong, dan Juara VI temanya Black Angle. Dengan adanya festival ini menjadi ajang mengabadikan momen berswafoto.

Sementara itu, pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menjelaskan kategori festival ini dilombakan agar membuat even PGAW 2018 ini menarik. Lalu juga menguji kreativitas dari setiap peserta.

“Kategori festival ini memang kita gelar supaya terlihat lebih menarik. Karena memang momen ini menjadi perhatian masyarakat dan wisatawan. Sebab seperti ini jarang terjadi  di setiap evennya,” ujar Imam.

Melihat ada even Dinas Pariwista sebelumnya antusias para peserta mengikuti kategori ini cukup banyak, sehingga pada even ini kembali digelar. “Harapannya agar di even mendatang kategori ini bisa diikuti lebih banyak lagi para peserta,” harap Imam.