Bupati Malang Rendra Kresna saat menyapa warga desa dalam acara bersih desa. Komitmen terhadap pembangunan desa telah membuat 10 desa di Kabupaten Malang masuk dalam 100 desa terbaik nasional. (Nana)
Bupati Malang Rendra Kresna saat menyapa warga desa dalam acara bersih desa. Komitmen terhadap pembangunan desa telah membuat 10 desa di Kabupaten Malang masuk dalam 100 desa terbaik nasional. (Nana)

MALANGTIMES – Komitmen pembangunan di Kabupaten Malang selama dua periode kepemimpinan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna semakin mewujud nyata. Baik yang langsung dirasakan oleh masyarakat di bumi Arema ini maupun dari berbagai penilaian pihak luar seperti Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) maupun pemerintah pusat.

Melalui tiga program strategis di bawah komando Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, yaitu menurunkan angka kemiskinan, optimalisasi pariwisata, dan memperkuat daya dukung lingkungan hidup, berbagai pembangunan yang ada di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diselaraskan. Hasilnya, berbagai prestasi di tingkat Jatim sampai nasional diraih walau beberapa kali Rendra menyampaikan bukan piala atau penghargaan yang jadi tujuan akhir pembangunan di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

“Yang paling penting, semakin meratanya tingkat kesejahteraan dalam masyarakat. Baik dari sisi ekonomi, sosial maupun ketahanan ekologi atau lingkungan,” ucap Rendra dalam berbagai kesempatan saat berada di tengah-tengah masyarakat desa.

Berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut, selaras dengan Nawacita ketiga Presiden Joko Widodo. Yaitu membangun dari perdesaan. Hal inilah yang kini terus dipacu oleh Pemerintahan Kabupaten Malang yang kembali diganjar menjadi yang terbaik tingkat nasional dalam membangun desa.

“Dari 100 desa terbaik yang dilansir oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tahun 2018, 10 desa terbaiknya diraih Kabupaten Malang,” kata Suwadji, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malang, Minggu (15/7/2018) kepada MalangTIMES.

Raihan desa terbaik tersebut didasarkan pada indeks desa membangun (IDM) sebagai indeks komposit dari ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi atau lingkungan. Tiga indeks itu telah diterjemahkan dalam program strategis di Kabupaten Malang di bawah kepemimpinan Rendra Kresna.

“Capaian ini tidak terlepas dari visi misi Kabupaten Malang. Bapak Bupati memang memiliki komitmen dalam memajukan seluruh desa yang ada. Tentunya juga atas kerja keras semua pihak, dari OPD terkait, pemerintah desa, juga pendamping desa dan lokal desa. Apresiasi menjadi desa terbaik tingkat nasional ini tentu patut disyukuri sekaligus dijadikan api semangat untuk terus bekerja membangun desa,” ujar mantan kepala bagian (kabag) humas Pemkab Malang itu.

Dari data yang dilansir Kemendes PDTT, 10 desa terbaik nasional dari Kabupaten Malang adalah Sumbersekar (Kecamatan Dau), Girimoyo (Karangploso), Kasembon (Kasembon), Banturejo (Ngantang), Kaumrejo (Ngantang), Ngroto (Pujon), Karangkates, Ngebruk, Sumberpucung (ketiganya dari Kecamatan Sumberpucung), serta Tumpang (Tumpang).

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Sepuluh desa terbaik dengan dasar IDM seluruhnya berstatus desa mandiri. Artinya, indeks ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi atau lingkungan desa tersebut memiliki nilai rata-rata di atas 81atau 0,81. "Jadi. status  ini dimulai dari desa sangat tertinggal,  tertinggal, berkembang, maju, dan paling tinggi nilai IDM-nya adalah desa mandiri," beber Suwadji. 

Yang semakin membanggakan, dari 100 desa terbaik versi Kemendes PDTT, Desa Ngroto di Kecamatan Pujon  berada di urutan satu dengan nilai IDM 94 atau 0,94. Perkembangan di Ngroto cukup melesat bila dibandingkan dengan tahun 2014 dengan status desa berkembang dengan nilai IDM 0,64 atau 64.

Sedangkan desa lainnya masuk di urutan 23 untuk Karangkates, 26 untuk Girimoyo, dan posisi 30 untuk Banturejo. Kemudian, Tumpang di posisi 33 dan Kaumrejo di urutan 80. Posisi 89 sampai 91 diraih Ngebruk, Kasembon, dan Sumberpucung. Ditutup di urutan paling buncit, yaitu di posisi 100, oleh Sumbersekar. (*)