200 Ton Sampah Setiap Hari, TPA Talangagung Belum Ada Pengembangan Sampai Kini

MALANG TIMES - Persoalan sampah domestik masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. 

Dengan beban sampah yang setiap harinya sebanyak 200 ton di wilayah Kepanjen dan sekitarnya, serta berakhir  di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung, akan menjadi persoalan. Terutama apabila tidak ada tindaklanjut yang komprehensif di tataran TPA Talangagung,  Kepanjen, dalam pengembangan ke depannya. 

Sayangnya, sampai tahun ini, TPA Talangagung yang berkali-kali masuk sebagai inovasi terbaik tingkat nasional serta direplikasi kabupaten/kota lain, belum ada rencana pengembangan lanjutan lainnya. 

"Belum ada rencana pengembangan. Masih dimanfaatkan sebagai penghasil gas methan untuk bahan bakar warga ke sekitar 260 rumah," kata Budi Iswoyo Kepala DLH Kabupaten Malang beberapa waktu lalu kepada awak media. 

Budi melanjutkan, pihaknya pernah melakukan pengembangan dalam pemanfaatan gas methan di TPA Talangagung,  dengan menggunakan tabung. Sayangnya, uji coba tersebut gagal. Dikarenakan tekanan gas methan dalam tabung terlalu rendah sehingga tidak dapat mengeluarkan gas api. 

Hal tersebut berbanding terbalik dengan limpahan sampah yang masuk setiap harinya sekitar 200 ton ke TPA Talangagung. Limpahan yang tentunya membutuhkan berbagai pengembangan secara inovatif dari yang telah dilaksanakan di tahun lalu. Tidak hanya untuk dimanfaatkan menjadi gas methan bagi warga sekitar,  tapi lebih pada berbagai manfaat dari sampah itu sendiri. 

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ini tidak menampik bahwa memang di tahun ini belum ada pengembangan lainnya di TPA Talangagung. "Dana untuk pengembangan perluasan pipa jaringan gas methan,  misalnya, terhenti. Selain karena tidak ada dana juga membutuhkan uji coba yang butuh waktu," ujarnya yang juga mengatakan pihaknya ke depan akan memanfaatkan sampah untuk pupuk organik dan lainnya. 

Persoalan sampah di TPA Talangagung  sempat membuat warga Dilem,  Kepanjen, gerah dan terganggu dengan baunya setiap menjelang malam hari. Terutama saat angin berhembus cukup kencang. 

Bau sampah yang tertiup angin tersebut membuat warga sempat meminta adanya pengelolaan sampah di TPA Talangagung semakin diperbaiki. Sehingga baunya tidak terbawa angin sampai cukup jauh. 

Tapi,  dengan kondisi tidak adanya pengembangan serta limpahan sampah yang terus mengalir ke TPA Talangagung,  harapan warga tersebut belum bisa terealisasi tahun ini. 

Top