Balaikota Malang, salah satu bangunan bersejarah di Kota Malang yang akan diajukan untuk ditetapkan sebagai bqngunan Cagar Budaya (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Balaikota Malang, salah satu bangunan bersejarah di Kota Malang yang akan diajukan untuk ditetapkan sebagai bqngunan Cagar Budaya (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Malang menjadi salah satu kota yang memiliki banyak warisan sejarah.

Banyak bangunan dan benda berusia puluhan hingga ratusan tahun pun masih dapat ditemui meski ada beberapa yang mengalami perubahan.

Baca Juga : Banyak Manfaat Kantongi SLF, Berikut Syarat-Syarat Kepengurusannya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, tahun ini pihaknya akan mengajukan sekitar 20 benda sejarah di kota pendidikan ini untuk masuk sebagai benda cagar budaya.

"Kami targetkan 20 benda tersebut dapat dijadikan sebagai cagar budaya di tahun ini kepada Walikota Malang," katanya pada wartawan.

Sementra itu, 20 benda yang akan dijadikan sebagai cagar budaya tersebut adalah bangunan Balai Kota Malang, SMA Tugu, Stasiun Kota Baru Malang dan Jembatan Spendid serta Kahuripan.

Kemudian Gedung Bank Indonesia (BI),  Gereja Kayutangan, Gereja imanuel Dan Masjid Jami.

Selanjutnya, bangunan PKPN, PLN, Gereja Idjen, Corjesu dan Klenteng Ang Eng Kiong.

Benda selanjutnya adalah Buk Gludug, rumah dinas wali kota, tandon air betek - Tlogomas dan Brandweer. Hotel Pelangi, koleksi Museum Mpu Purwa dan makam Gribig juga masuk dalam daftar tersebut.

Disbudpar juga menyiapkan tiga benda lain yang diharapkan dapat mendapatkan SK Cagar Budaya, seperti RKZ, Panti Nirmala dan Lavalete.

"Kita memiliki banyak benda bersejarah lain, namun karena keterbatasan waktu maka pengajuan dilakukan secara bertahap," papar perempuan yang akrab disapa Dayu itu.

Baca Juga : Agar Tak Ditolak, Pengajuan Proposal Kegiatan ke DPUPRPKP Kota Malang Harus Jelas dan Rinci

Menurut Dayu, pengajuan akan segera dilakukan kepada Wali Kota Malang dalam waktu dekat.

Setelah itu akan dikeluarkan SK Cagar Budaya dan benda yang ditetapkan memiliki kekuatan hukum sebagaimana yang ditetapkan sebelumnya.

"Ke 20 benda tersebut kami prioritaskan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan tim ahli," paparnya.

Sementara itu, Kasi Promosi Disbudpar Kota Malang Agung Bhuwana berharap pemilik maupun pengelola bangunan dapat diajak kerjasama.

"Koordinasi akan dilakukan dengan tim ahli cagar budaya. Sehingga pengelola bangunan bisa memberikan data untuk bisa dijadikan bahan menetapkan bangunan sebagai cagar budaya," tambah Agung.