Pertigaan Jalan Panji Kepanjen yang menjadi ruas jalan nasional. Kondisinya memerlukan penanganan dikarenakan berlubang, retak dan bergelombang di beberapa titik. (Nana)

Pertigaan Jalan Panji Kepanjen yang menjadi ruas jalan nasional. Kondisinya memerlukan penanganan dikarenakan berlubang, retak dan bergelombang di beberapa titik. (Nana)



MALANGTIMES - Jalan Panji di Kecamatan Kepanjen merupakan ruas strategis di Kabupaten Malang. Pasalnya, ruas Jalan Panji merupakan wilayah perkantoran atau block office Pemerintah Kabupaten Malang.  

Tentunya,  dengan status wilayah tersebut, Jalan Panji seharusnya memiliki spesifikasi jalan yang mumpuni. Baik dari sisi teknis  jalan maupun hal non-teknisnya. 

Sayangnya,  Jalan Panji saat ini mengalami proses berkebalikan dengan statusnya tersebut. Kondisi aspal jalanan yang terlihat mengelupas di berbagai titik sampai berlubang. Misalnya. di depan Kodim 0818 yang telah ditambal sulam maupun di beberapa titik lainnya,  terutama di pertigaan lampu merah yang aspalnya berlubang semakin besar setiap hari. 

Kondisi ini membuat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang berada pada posisi dilematis. Satu sisi kerusakan Jalan Panji perlu secepatnya ditangani. Di sisi lain. kewenangan dan status jalan tersebut merupakan wilayah nasional,  bukan kabupaten. 

Situasi dilematis di Jalan Panji tersebut dibenarkan oleh  Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni yang mengatakan,  secara administrasi pihaknya memang tidak bisa berkutik untuk persoalan jalan rusak yang statusnya milik provinsi maupun nasional. 

"Jadi bukan hanya di Jalan Panji saja. Tapi memang kondisi jalan kawasan block office ini perlu untuk mendapat penanganan," kata Romdhoni, Kamis (5/7/2018) kepada MalangTIMES. 

Romdhoni melanjutkan, pihaknya memang tidak bisa berdiam diri dalam persoalan jalan berstatus provinsi maupun nasional yang mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Malang. Sehingga untuk persoalan di jalan Panji,  Kepanjen, Dinas PU Bina Marga akan berusaha untuk melakukan beberapa perbaikan. Terutama di beberapa titik yang dinilai bisa membahayakan para pengendara. 

"Biasanya kalau tidak terlalu luas kerusakannya, kami tangani. Ini untuk kenyamanan dan keselamatan masyarakat juga," ujar Romdhoni. 

Rusaknya beberapa titik Jalan Panji dibenarkan juga oleh Camat Kepanjen Abai Saleh mengatakan,  untuk memonitoring wilayahnya, dirinya bersama Muspika Kecamatan Kepanjen kerap keliling. 

"Kami kerap keliling untuk mengecek. Jalan Panji memang perlu ada perbaikan dan kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Bina Marga untuk hak tersebut," ucap Abai Saleh. 

Selain di Jalan Panji,  Abai juga menyampaikan di perempatan Kepanjen,  tepatnya di depan kantor Kelurahan Kepanjen,  juga ada jeglongan (lubang) yang bisa membahayakan pengendara. 

Dengan berbagai kerusakan jalan di wilayah Kepanjen yang notabene jalan nasional, pihaknya menyadari mengenai proses perbaikan diperlukan koordinasi lintas wilayah. "Tapi,  kami hanya bisa melaporkan hal tersebut ditingkat dinas terkait saja. Kita percaya harapan kami dengan hal tersebut bisa direspon cepat oleh Bina Marga," ujar Abai yang mencontohkan kasus yang sama di beberapa jalan nasional di wilayah Kepanjen yang telah ditangani oleh Dinas PU Bina Marga. 

Romdhoni pun mengatakan,  biasanya melalui UPT Kepanjen persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti.  "Kalau sudah sangat mengganggu,  tim salob kita biasanya langsung turun. Walaupun jalan tersebut wilayah nasional. Intinya kerusakan tidak terlalu parah di wilayah tersebut, " pungkasnya.  (*)

 

End of content

No more pages to load