MALANGTIMES - Setiap hari Kamis, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang selalu menyediakan pos ukur ulang di pasar-pasar tradisional di Kota Malang. Hal tersebut untuk melindungi konsumen dari kecurangan dalam transaksi jual beli.

Kegiatan pos ukur ulang tersebut, sudah dilaksanakan sejak Februari 2018 lalu. Sampai Bulan Juni 2018, pos ukur ulang sudah digelar sebanyak 17 kali mengelilingi pasar tradisional di Kota Malang.

Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto, melalui Kasi Tertib Niaga, Eka Wulantari mengungkapkan, bahwa pos ukur ulang ini merupakan antisipasi adanya tindakan curang dari pedagang.

Selain itu, juga merupakan upaya dari Disdag untuk memberikan pengawasan dan mendorong para pedagang agar berjualan dengan jujur. Bila para pedagang yang jujur dalam takaran timbang, maka bisa membuat pasar tersebut mendapat predikat pasar tertib ukur.

"Ini upaya melindungi konsumen dari ulah nakal para pedagang, tujuannya barang yang mereka beli sesuai ukuran takaran timbang dan juga sesuai harga perkilo di pasaran," jelas Eka (4/7/2018).

Hingga bulan Juli melakukan pengawasan dengan pos ukur ulang, pihak Disdag Kota Malang tidak menemukan hal-hal atau kejanggalan dalam takaran timbang pedagang. Dikatakan Eka, semua barang yang ditimbang ulang oleh konsumen, memang masih dalam batas kewajaran.

"Contohnya seperti telor, misalnya beli satu kilo, tentunya kan sulit buat ngepasin satu kilo, nah ini pasti ada selisih namun ngak jauh, masih pada batas toleransi," bebernya.

Ia juga menyampaikan, jika memang para konsumen merasa ragu, terhadap takaran timbang barang yang mereka beli,  mereka bisa langsung menimbangnya kembali ke pos ukur ulang untuk mencegah adanya kecurangan