Proses rekapitulasi surat suara Pilwali Malang dan Pilgub Jatim di Kelurahan Kedungkandang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Proses rekapitulasi surat suara Pilwali Malang dan Pilgub Jatim di Kelurahan Kedungkandang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komisioner KPU Kota Malang Divisi Sosialisasi Ashari Husen menegaskan angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2018 mengalami peningkatan dibanding lima tahun lalu. 

Sampai detik ini, partisipasi masyarakat menurutnya tercatat sebesar 65 persen. Angka tersebut jauh dari target awal yaitu 75 persen.

Namun jika dibanding lima tahun lalu, angka partisipasi masyarakat dalam Pilwali kali ini naik satu persen saja.

"Pilwali sebelumnya angka partisipasi masyarakat 64 persen," terangnya pada wartawan.

Meski belum mencapai target, beberapa lembaga pemerhati pemilu menurutnya telah memberi apresiasi pada KPU.

Karena pilkada kali ini juga dibumbui dengan kasus korupsi yang menjerat dua nama pasangan calon. Hal tersebut pun berdampak pada berkurangnya angka partisipasi masyarakat.

Padahal, pada awalnya KPU memiliki kepercayaan tinggi pada keterlibatan masyarakat. Terutama pasca ditetapkannya nama pasangan calon yang masing-masing membawa massanya sendiri.

"Dan dua paslon yang terjerat hukum awalnya kami prediksi mampu menarik hati masyarakat untuk turut serta dalam pesta demokrasi ini," jelasnya lagi.

Saat ini, KPU beserta sejumlah elemen tengah melakukan rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan. Targetnya, rekapitulasi dilakukan tak lebih dari dua hari.

"Maksimal tiga hari ya, tapi Kecamatan Kedungkandang optimis selesai dua hari," pungkasnya.