Angka Partisipasi Pemilih Naik, Namun Surat Suara Tidak Sah Juga Tinggi

Jun 28, 2018 20:59
ilustrasi JatimTIMES
ilustrasi JatimTIMES

Angka partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 Jatim di Kota Batu mencapai 76,06 persen. Angka ini naik dibanding dengan partisipasi pada Pilgub Jatim 2013 lalu yakni 69,32 persen. 

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Partisipasi pemilih itu dilihat dari pengguna hak pilih Pilgub 2018 sebanyak 113.159 orang. Di Pilgub 2013 ada 102.892 orang. 

Pada tahun ini untuk Kecamatan Junrejo partisipasi 75,0 persen. Kecamatan  Bumiaji partisipasi 80,3 persen. Dan Kecamatan Batu angka partisipasi 72,9 persen.

Sedangkan tahun 2013 Kecamatan Junrejo partisipasinya 69,19 persen. Kecamatan  Bumiaji partisipasi 74,45 persen. Dan Kecamatan Batu angka partisipasinya 66,15 persen.

“Iya angka paritisipasi pemilih di tahun pemilihan ini mengalami kenaikam kalau dibandingkan dengan tahun 2013 silam,” ungkap Komisioner KPU Kota Batu Divisi Perencanaan dan Data, Ashar Chilmi, Kamis (28/6/2018).

Meskipun mengalami kenaikan, sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu memiliki target 80 persen partisipasi pemilihan. Meski demikian capaian tersebut sudah merupakan angka yang bagus. 

“Sudah lumayanlah dibanding Pilgub 2013 lalu. Tentunya akan ada evaluasi untuk Pilpres dan Pileg 2019 mendatang,” imbuhnya saat ditemui di kantor KPU Kota Batu, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Namun meski angka partisipasi naik tenyata ada yang menjadi catatan KPU Kota Batu, karena surat suara tidak sah yang juga mengalami kenaikan yakni 4.718 suara atau 4 persen. Jika di tahun 2013 yang tidak sah 2.375 atau 2,45 persen.

“Yang jadi catatan penting kok bisa suara tidak sah sampai empat persen. Itu jumlah yang cukup banyak,” ujarnya. 

Surat suara tidak sah bisa jadi karena dicoblos kedua pasangan calon atau bahkan tidak dicoblos. Tentunya itu dikarenakan kurang kedekatan antara paslon dengan masyarakat. 

“Tentunya ini jadi mubadir, karena kedekatan paslon ini mengandalkan tim kampanye dari provinsi,” tutupnya.

Topik
Pilgub Jatim 2018Partisipasi Pemilih Naiksuara tidak sah naikKota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru