12 Tahanan Polres Malang Tidak Penuhi Syarat Coblos, Hanya 64 Sumbangkan Suara

Jun 27, 2018 16:37
(Kanan-kiri) Ketua KPUD Kabupaten Malang Santoko dan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat memantau pencoblosan di rutan Mapolres Malang, Rabu (27/6) siang. (Nana)
(Kanan-kiri) Ketua KPUD Kabupaten Malang Santoko dan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat memantau pencoblosan di rutan Mapolres Malang, Rabu (27/6) siang. (Nana)

MALANGTIMES - Tahanan Polres Malang berpartisipasi dalam menyumbangkan suaranya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018. Sayangnya dari daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di rumah tahanan (rutan), tidak semua bisa melakukan pencoblosan. 

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Dari total 76 tahanan di rutan Polres Malang,  hanya 64 tahanan yang bisa menggunakan hak pilih. Sedangkan 12 tahanan tidak bisa lantaran tidak memenuhi syarat atau TMS (tidak memenuhi syarat). 

Hal ini secara langsung disampaikan oleh Ketua KPUD Kabupaten Malang Santoko yang menyampaikan data hak suara para tahanan di rutan Polres Malang. "Ada 12 tahanan yang dinyatakan TMS lantaran mereka tidak masuk daftar pemilih tetap. Sehingga hanya 64 saja yang melakukan pencoblosan tadi siang, " kata dia, yang memantau proses pemilihan di ruang tahanan Polres Malang,  Rabu (27/6/2018).

Santoko melanjutkan,  12 tahanan yang masuk kategori TMS tersebut, karena tidak memenuhi persyaratan sebagai DPT. "Tidak memiliki KTP atau pun surat keterangan sebagai pemilih," ujarnya.

Pencoblosan para tahanan Polres Malang ini secara langsung juga dikawal dan dipantau oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.  

"Tentunya kami kawal proses pencoblosan di ruang tahanan ini agar berjalan tertib. Kita berterima kasih kepada KPU maupun dinas terkait dalam berperan aktif untuk melakukan pemilihan terhadapan tahanan Polres Malang," ucap Ujung. 

Berbeda dengan pemilihan di TPS,  pencoblosan yang dilakukan KPUD Kabupaten Malang kepada 64 tahanan membutuhkan peran aktif dari petugas KPPS. Petugas pemungutan suara yang ditugaskan di rutan Polres Malang secara langsung mendatangi para tahanan dengan membawa semua logistik,  termasuk kotak dan surat suara. 

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

"Jadi, kami datangi disetiap sel para tahanan tersebut. Petugas di sini dari TPS 3 Ardirejo,  Kepanjen. Ada lima orang dalam tugas pencoblosan di rutan ini, " ujar Santoko yang menyebutkan, lima petugas itu meliputi dua petugas KPPS, satu PPL dan dua saksi. 

Pemilihan di tahanan Polres Malang ini dilakukan mulai pukul 12.00 WIB sampai  pukul 13.00 WIB. Itu karena para tahanan masuk kategori pemilih A5, yakni menggunakan surat pindah pilih. 

Teknis ini pula yang dilakukan di berbagai rutan yang ada di 30 polsek di wilayah Polres Malang.  "Teknisnya sama dan petugas yang akan mendatangi juga kita ambilkan dari TPS terdekat, " ujar Santoko. 

Selama proses pencoblosan,  kapolres Malang menyampaikan, kegiatan tadi siang berjalan secara tertib,  aman dan lancar. "Alhamdulilah berjalan lancar. Di tingkat lapangan sampai saat ini juga berjalan lancar semuanya, " pungkas Ujung. (*)

Topik
tahanan Polres Malangtidak memenuhi syaratPilgub Jatim 2018kpud kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru