Proses pengerukan bongkohan bambu yang memenuhi sungai di jembatan Karangduren, Pakisaji, dengan alat berat dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Kamis (21/6) (Bina Marga for MalangTIMES)

Proses pengerukan bongkohan bambu yang memenuhi sungai di jembatan Karangduren, Pakisaji, dengan alat berat dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Kamis (21/6) (Bina Marga for MalangTIMES)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, harus kerja keras di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang. Para petugas membersihkan jembatan di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji yang dipenuhi dengan ruas pohon bambu sejak kemarin malam (20/6/2018).

Limpahan bongkoh bambu yang memenuhi aliran sungai jembatan tersebut, sempat membuat wilayah sekitar  tergenang air sungai yang melimpah karena terhalang banyaknya pohon tersebut. 

Di tambah dengan hujan sejak tadi malam yang mengguyur deras wilayah Kabupaten Malang, air sungai di jembatan Karangduren pun ikut meluap. Tentunya hal tersebut cukup riskan bagi warga sekitar, apabila dibiarkan begitu saja. Terutama bila bongkohan bambu dan air semakin meluap dan mengikis jembatan.

"Dengan kondisi tersebut sejak pagi, kita tugaskan petugas untuk melakukan cek di lokasi. Sekaligus melakukan pembersihan bambu yang memenuhi jembatan dan entah asalnya dari mana. Sungai sampai dipenuhi oleh bambu yang hampir menyentuh permukaan jalan jembatan," kata Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Kamis (21/6/2018) kepada MalangTIMES.

Banyaknya bongkohan bambu tersebut, membuat petugas di lapangan akhirnya harus mendatangkan kendaraan berat. Untuk mengeruk dan mengangkat bongkohan bambu tersebut. 

Bongkohan bambu yang memadati sungai di Karangduren, Pakisaji, sebelum dikeruk Dinas PU Bina Marga (Bina Marga for MalangTIMES)

"Ini membutuhkan alat berat, sehingga kami menurunkannya. In Sya Allah sore ini pengerukan bambu tersebut terselesaikan," ujar Romdhoni.

Dari pantauan MalangTIMES, kondisi jembatan memang menjadi cukup riskan apabila bongkohan bambu yang begitu banyak menutupi aliran air sungai dibiarkan. Atau hanya dilakukan pengangkatan secara manual saja. Penggunaan alat berat dari Dinas PU Bina Marga menjadi solusi untuk mempercepat proses pengerukan tersebut.

Hal ini karena ketinggian bongkohan bambu hampir mencapai permukaan jembatan. Kemungkinan adanya pengikisan atau membuat lalu lintas warga terganggu bisa saja terjadi di jembatan Karangduren tersebut.

"Terutama apabila air sungai besar. Ini bisa secara langsung mengganggu stabilitas jembatan. Karenanya tadi saya sampaikan ke petugas di lapangan untuk bisa menyelesaikan pengerukan sampai sore hari ini," ujar mantan Kadis Cipta Karya Kabupaten Malang ini.

Dalam proses pengerukan bongkohan bambu tersebut, Dinas PU Bina Marga dibantu dengan adanya beberapa petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Malang. Hal ini dikarenakan proses pengerukan memakai alat berat membuat arus lalu lintas cukup terganggu. 

"Kita membantu proses pengalihan jalan saja, mas. Dikarenakan adanya pengerukan di jembatan. Ini agar proses tersebut bisa lancar dan cepat. Sedangkan untuk pengendara dialihkan sementara," ujar Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang.

Kerjasama lintas sektoral inilah yang membuat proses pengerukan jembatan sebagai jalur air sungai bisa berjalan lancar. Sedangkan untuk pengendara juga bisa lebih aman, walaupun akhirnya haris menempuh jarak yang sedikit jauh.

End of content

No more pages to load