Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Kampoeng Kajoetangan Heritage Raih Penghargaan ADWI 2023, Wali Kota Malang: Ini Warisan Malang Raya

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Dede Nana

22 - Mar - 2023, 17:20

Kampoeng Kajoetangan Heritage (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kampoeng Kajoetangan Heritage (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dunia pariwisata sedang melirik Kota Malang, kenapa? Karena Kota Malang memiliki Kampoeng Heritage Kajoetangan di dalam kawasan Kayutangan Heritage. Kampung yang berada di jantung kota dan kini telah menjadi jujukan wisatawan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen melestarikan cagar budaya yang disinergikan dengan pengembangan pariwisata. Komitmen itu tertuang dalam program Malang City Heritage sebagai satu dari enam komponen The Future of Malang. Lima komponen lainnya ialah Malang Creative, Malang Halal, Malang Service, Malang Nyaman dan Malang 4.0.

Baca Juga : Anggaran IKN Diprediksi Membengkak Rp 30 Triliun di 2023

Wali Kota Malang Sutiaji menetapkan 32 objek sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018, termasuk kawasan Kayutangan. Kawasan ini memiliki nilai historis sebagai pusat bisnis di tengah kota pada masa kolonial. Hingga saat ini, keaslian dan kekayaan bangunan di kawasan itu masih dipertahankan.

Sutiaji bahkan menyebut Kayutangan sebagai ‘ibu kota’ heritage atau warisan Malang Raya. “Kalau Yogyakarta punya Malioboro, Semarang punya Kota Lama, maka Kota Malang menyiapkan kawasan Kayutangan sebagai daya tarik kota,” kata Sutiaji, 29 Juni 2021 lalu.

Di dalam kawasan Kayutangan Heritage, ada Kampoeng Heritage Kajoetangan yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim gang II, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Rutenya cukup mudah ditempuh dari pusat kota. Berangkat dari tengah kota yaitu Alun-Alun Tugu Malang menuju Kampoeng Heritage Kajoetangan, jaraknya sekitar 1,5 kilometer, sangat dekat dengan jantung kota.

Kampoeng Heritage Kajoetangan sendiri mulai dibuka 2018 lalu. Di situ, pengunjung akan dimanjakan dengan bangunan khas peninggalan kolonial Belanda. Maka jangan heran jika datang ke tempat tersebut serasa berada di negara Kincir Angin.

Namun jangan khawatir, jika berkunjung ke Kampoeng Heritage Kajoetangan tidak menemukan aktivitas masyarakat. Karena kampung tersebut memang masih dihuni oleh masyarakat dan juga dikelola baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Sehingga, aktivitas kehidupan sehari-hari yang dipadukan dengan ekosistem wisata juga sangat nampak pada kawasan tersebut.

Menariknya, Kampoeng Kajoetangan Heritage memiliki sungai di tengah kampungnya. Setelah dilihat memiliki potensi, akhirnya Pemkot Malang memiliki inisiasi untuk membangun jembatan-jembatan penghubung dan ornamen tepi sungai khas Eropa. Tak ayal, jika saat ini sungai di Kampoeng Kajoetangan Heritage terlihat sangat bersih nan indah jika dipandang.

Nama Kajoetangan kemudian terus mengemuka seiring Pemkot Malang yang melakukan penanganan terhadap koridor Kayutangan menjadi pusat destinasi wisata di Kota Malang. Hal itu mengembalikan kejayaan Kayutangan di era 80-an, di mana saat itu Kayutangan menjadi jujukan masyarakat ataupun wisatawan.

Sejalan dengan hal itu, Kampoeng Kajoetangan Heritage kemudian menjadi viral di media sosial. Hilir mudik pengunjung kemudian terus berdatangan karena masyarakat Kota Malang sendiri dan wisatawan penasaran dengan Kampoeng Kajoetangan Heritage.

Viralnya Kampoeng Kajoetangan Heritage juga dilirik oleh pembuat film Yowis Ben yang dibintangi oleh Bayu Skak. Di situ, film Yowis Ben diproduksi kurang lebih selama 14 hari. Selain itu, beberapa film dokumenter juga diproduksi di Kampoeng Kajoetangan Heritage.

Baca Juga : Ini Daftar Harga Motor Listrik yang Disubsidi Pemerintah 

Secara ekonomi, Kampoeng Kajoetangan Heritage juga membuat perekonomian warga sekitarnya juga meningkat. Betapa tidak, warga Kampoeng Kajoetangan Heritage juga banyak yang membuka warung makanan hingga tempat nongkrong. Perputaran uang di Kampoeng Kajoetangan Heritage pun terus berjalan.

Ketika pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia tepatnya 2020 lalu, Kampoeng Kajoetangan Heritage sempat dikatakan memudar popularitasnya. Hal itu karena kebijakan pemerintah agar masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah. Namun tak membuat nama Kampoeng Kajoetangan Heritage memudar. Pasca pandemi Covid-19, kampung yang dikenal desain kolonial Belanda ini pun kembali memuncak.

Puncaknya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengumumkan pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Pengumuman disampaikan langsung oleh Menparekraf RI, Sandiaga Salahudin Uno secara online melalui Instagram @kemenparekraf.ri Selasa (21/3/2023) malam. 

Dari pengumuman tersebut diketahui bahwa Provinsi Jawa Timur berada di urutan pertama menyumbangkan delapan Desa Wisata Terbaik. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain, yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Barat masing-masing ada tujuh Desa Wisata Terbaik, serta Jawa Tengah dan Sumatera Barat dengan masing-masing lima Desa Wisata Terbaik.

Usai pengumuman final peraih ADWI 2023, selanjutnya akan dilakukan peninjauan dan penilaian secara langsung ke 75 Desa Wisata Terbaik oleh Menparekraf RI bersama para dewan juri. 

“Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan Desa Wisata yang berkualitas dan berkelas dunia,” pesan Sandiaga Uno. 

Adapun delapan Desa Wisata Terbaik di Jawa Timur Peraih ADWI 2023 di antaranya Desa Wisata Kampung Heritage Kajoetangan (Kota Malang), Desa Wisata Edelweiss Wonokitri (Kabupaten Pasuruan), Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo (Situbondo), dan Desa Wisata Duren Sari Sawahan (Trenggalek). Selain itu ada pula Desa Wisata Ketapanrame (Kabupaten Mojokerto), Desa Wisata Bira Tengah (Sampang), Desa Wisata Sendang (Pacitan) dan Desa Wisata Bowele (Kabupaten Malang). 


Topik

Pemerintahan kampoeng heritage kajoetangan walikota malang anugerah desa wisata indonesia 2023


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana