MALANGTIMES - Warga Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen digegerkan dengan tewasnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kelurahan Oro-oro Dowo, Selasa (19/6/2018).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Korban ditemukan tewas tergantung di jendela kantor kelurahan.

Korban yang diketahui bernama Wiyono (54) warga Jalan Janti VII nomer 59, RT 02 RW 06, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini, pertama kali ditemukan oleh Andi yang tidak lain adalah anaknya sendiri. Saat itu, Andi memang sengaja kodatang ke kantor kelurahan untuk mencari korban. 

Saat tiba di kantor kelurahan, kondisi kantor dalam keadaan terkunci. Kemudian anak korban selanjutnya menghubungi penjaga kantor yakni Sudarman.

Dan ketika sampai di kantor, Sudarman langsung masuk kedalam kantor bersama anak korban. Baru saja masuk, ia langsung dikagetkan dengan pemandangan seseorang  yang terlihat tergantung dijendela. Setelah didekati, barulah kemudian ia tahu orang tersebut adalah Wiyono.

"Korban ini sebelumnya pada Senin (17/6/2018) sekitar pukul 18.00 WIB pamit kepada sang istri untuk lembur di kantor. Namun sampai pagi korban ditunggu tidak kunjung pulang ke rumah.

Saat ditelpon pun tidak ada jawaban. Terus nyuruh anaknya untuk mencari ke kantor," jelas Anggota Rescue Perindo Andi Agus atau yang akarab disapa Agus Demit.

Melihat hal itu, Sudarman tak menunggu lama, ia langsung melaporkan kejadian tersebut  ke pihak Kepolisian  .

Polsek Klojen berkoordinasi dengan unit Inafis Polres Malang Kota yang langsung menuju kantor kelurahan untuk melakukan olah TKP.

Setelah dilakukan olah TKP, petugas sama sekali tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban.

Kejadian tersebut merupakan murni peristiwa bunuh diri diperkuat hasil olah TKP dan sebuah surat wasiat yang sebelumnya sengaja diketik oleh korban.

Sementara itu, untuk motif dari korban yang nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri sementara ini masih dalam penyelidikan. Namun dari informasi sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya akibat persoalan hutang piutang. 

"Saat ini jenazahnya sudah dievakuasi di Kamar Mayat RSSA Kota Malang untuk di visum," pungkas Agus Demit