Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Komunitas

Meskipun dalam Keheningan Komunitas Akar Tuli Malang Mampu Ciptakan Suasana Kegembiraan

Penulis : Shalma Defitrania Jaksana - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

16 - Mar - 2023, 07:30

Anggota dari Komunitas Akar Tuli Malang. (doc. Akar Tuli Malang)
Anggota dari Komunitas Akar Tuli Malang. (doc. Akar Tuli Malang)

JATIMTIMES - Readers tau kan bahwa kita hidup berdampingan dengan orang-orang yang memiliki keterbatasan, salah satunya orang tuli. Orang dengan keterbatasan pendengaran ini biasanya memiliki masa lalu yang kurang bagus. 

Baik di lingkungan rumah maupun sekolah, tidak jarang dari mereka merasakan bully an dan cacian dari teman-temannya dan menjadikan mereka terbiasa dengan olok-olokan itu. Bahkan sebagian dari mereka yang tidak kuat memilih untuk putus asa dan tidak mau berbaur di lingkungan rumahnya dan menjadi tak mau sekolah lagi.

Baca Juga : Visitasi Lomba Desa, Tim Juri Tinjau Petirtaan Peninggalan Kerajaan Abad 10-13 M di Ngawonggo

Seperti yang ada di Malang masih banyak orang penyandang tuli yang masih diperlakukan secara diskriminasi dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat umum. Bahkan mereka menjadi bahan pembahasan setiap obrolan masyarakat jika melihat ada orang tuli. 

Dari banyaknya curhatan orang penyandang tuli ini, di Malang terdapat Komunitas Akar Tuli yang menjadi tempat atau wadah bagi relawan untuk memperkenalkan bahasa isyarat atau bahasa yang biasanya digunakan oleh penyandang tuli kepada masyarakat sekitar.

Komunitas Akar Tuli Malang ini sudah berdiri sejak 13 September 2013 di Pusat Studi Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya. Komunitas ini bergerak sebagai juru bahasa isyarat yang mengedukasi dan menyosialisasikan bahasa isyarat kepada penyandang tuli maupun masyarakat sekitar. 

Tujuan dibentuknya komunitas Akar Tuli Malang ini agar para penyandang tuli ini bisa berkomunikasi dengan masyarakat umum. Dengan semakin banyak masyarakat yang fasih menggunakan bahasa isyarat menjadikan penyandang tuli akan merasa baik dan dihargai di lingkungannya. 

Maulana Aditya (27) sebagai ketua dari komunitas mengatakan “komunitas ini awalnya dibentuk oleh 7 orang pemuda, 2 diantaranya merupakan teman pendengar yakni, Nur Syamsan Fajrina, Dina Amalia Fahima, Fikri Muhandis, Muria Najihul Ulum, dan Safitri Safira.”

Saat ini anggota dari komunitas Akar Tuli Malang berisikan sekitar 130 orang, 90 orang adalah teman tuli dan 40 orang merupakan teman dengar. Di dalam komunitas ini terdapat teman tuli dan teman dengar dimana mereka bisa saling sharing dan membantu teman tuli untuk lebih mengerti kosakata baru dan ilmu baru dari teman dengar yang lebih menguasai bahasa isyarat. 

Dalam komunitas ini tidak hanya teman tuli yang berusia muda saja yang ikut bergabung tapi juga berbagai usia dapat terlibat didalamnya. Selain itu anggota yang bergabung dalam komunitas ini tidak hanya berasal dari Kota Malang saja, tapi juga ada yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan luar Pulau Jawa.

kegiatan komunitas Akar Tuli Malang di CFD

Anggota yang bergabung dalam komunitas ini memiliki cara berkomunikasi yang berbeda-beda hal ini yang menjadikan komunitas Akar Tuli Malang menjadi unik. Karena dengan beragam bahasa yang digunakan oleh teman tuli ini dapat menjadi hal yang baru bagi kita sebagai masyarakat umum. 

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan komunitas ini sering kali dibagikan di laman instagramnya @AKARTULIMALANG seperti halnya mereka sering membikin video edukasi bagaimana cara belajar dengan menggunakan bahasa isyarat. 

Dalam videonya mencontohkan cara berbicara salah satu kota yakni isyarat Kota Malang. Bagi teman tuli kota Malang ini identik dengan lambang hewan singa (Arema) sehingga teman tuli menjelaskan gestur dengan tiga jari yang diusapkan ke pipi ini menggambarkan sebagai kumis dari singa tersebut. 

Baca Juga : Yuk Intip Komunitas Tamiya Mini 4WD Kediri yang Menjadi Tempat Bernostalgia Orang-Orang Dewasa!

Kemudian komunitas Akar Tuli Malang ini juga melakukan kegiatan rutin seperti teater, menggambar, mengajari bahasa isyarat yang dilakukan pada laman instagramnya secara live. Dari laman istragramnya komunitas Akar Tuli Malang ini juga kerap membuat webinar tuli mendengar dan masih banyak keseruan lainnya.

Tidak hanya membikin video yang dipublish dalam laman instagramnya, komunitas Akar Tuli Malang ini juga kerap memperkenalkan bahasa isyarat melalui acara Car Free Day yang dilakukan di Ijen setiap hari minggu. 

Humas dari Akar Tuli Malang, Hufani Septavia Sari Irnanto menjadi juru pembicara sekaligus menjadi penerjemah agar memudahkan para masyarakat umum yang ingin berinteraksi dengan para anggota penyandang tuli dari komunitas Akar Tuli Malang.

Berasal dari Komunitas Akar Tuli Malang, Octaviany Wulansari selaku anggotanya berhasil meraih prestasi terpilih sebagai kandidat Deaf World 2011 di Ceko dan Yoga Dirgantara mewakili Indonesia dalam Miss & Mister Deaf International 2014.

“Saya berharap kedepannya dengan adanya komunitas Akar Tuli Malang ini masyarakat sekitar lebih peduli kepada penyandang tuli ini dan tergerak hatinya untuk mempelajari bahasa isyarat sehingga bisa menjalin komunikasi yang baik dengan mereka. Apalagi ketika tidak bisa melepas masker bahasa isyarat bisa mempermudah komunikasi,” jelas Adit.


Topik

Komunitas Akar Tuli komunitas akar tuli tuli tuna rungu


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Shalma Defitrania Jaksana

Editor

Sri Kurnia Mahiruni